KPU NTB Kerahkan Relawan Demokrasi Untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

0
Foto : Dari kanan, Sekretaris KPU NTB, Mars Ansory, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Parmas dan SDM, Agus Hilman, Komisioner Bawaslu NTB, Suhardi dan Ketua KPU NTB, Suhardi Soud saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Dokumen Pencalonan Anggota DPR pada Pemilu tahun 2019, Sabtu 9 Maret 2019 (MetroNTB/Andar)

Mataram, MetroNTB.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB secara kontinyu menyentuh semua kelompok masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019, termasuk kalangan dari kelompok anti demokrasi.

“Kami terus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok anti demokrasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019,” kata Ketua Divisi Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Parmas dan SDM, Agus Hilman saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Dokumen Pencalonan Anggota DPR pada Pemilu tahun 2019, Sabtu (9/3/2019)

Untuk itu, KPU bersama dengan relawan demokrasi sebanyakb55 orang per Kabupaten/Kota se-NTB. Salah satunya relawan demokrasi berbasis agama.

“Maka lewat relawan demokrasi berbasis agama tersebut, kami menyentuh kelompok yang anti demokrasi,” tutur Hilman


Secara keseluruhan, KPU NTB memiliki relawan demokrasi yang dimiliki sebanyak 550 orang yang berada di KPU Kabupaten/Kota dengan 10 basis, salah satunya basis agama.

Hilman juga mengakui bahwa selama ini aksi menyentuh dan menyadarkan kelompok tersebut tidak bisa maksimal, diperlukan kerjasama dari pihak lainnya termasuk pemerintah dan aparat keamanan.

“Kami tetap menyentuh semua kelompok termasuk kelompok anti demokrasi, namun tidak bisa maksimal dan jika ingin meminimalisir hingga akarnya perlu bantuan dan kerjasama kolektif,” tandasnya

“Karena itu, pada prinsipnya terkait dengan kelompok anti demokrasi ini menjadi tugas kita semua dan menjadi PR kita semua,” kata Hilman

Sementara, Ketua KPU NTB, Suhardi Soud menambahkan, pada prinsipnya memilih itu hak sebagai warga negara  dan bukan menjadi kewajiban. Menurutnya, menggunakan hak pilih merupakan kesadaran pribadi.

“Kami optimis partisifasi masyarakat NTB diatas 77,50 persen angka nasional. Pada Pileg lalu tingkat partisipasi warga kita mencapai 77,29 persen

“Kami hanya mengsosialisasikan untuk masyarakat menggunakan hak pilihnya  tanpa paksaan,” kata Suhardi menambahkan (Jk/Mn)

Comments

comments