Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Ermalena Ajak Warga Bonjeruk Jaga Persatuan

0
186

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Anggota DPR RI Dapil NTB Fraksi PPP Dra Hj Ermalena menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, Rabu (6/3/2019)

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga Bonjeruk menjaga persatuan kebersamaan sebagai warga bangsa. Jangan sampai terpecah belah karena pilihan politik.

“Mari kita jaga budaya ketimuran kita. Kita jaga persatuan, kebersamaan meskipun beda pilihan politik,” ajak Ermalena

Di tahun politik ini, Ermalena mengajak kaum milenial menjadi pelopor menjaga persatuan dengan mengedepankan persamaan.

“Mari kita menjadi pelopor persatuan di lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal kita masing-masing,” ujarnya

Wakil Ketua Komosi IX DPR RI lebih lanjut menjelaskan, Empat Pilar MPR RI merupakan empat hal yang perlu menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat Pilar MPR itu terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pancasila merupakan elemen yang menjadi ideologi bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila lahir dari kesepakatan seluruh rakyat Indonesia,” terangnya

Sementara itu, lanjut Ermalena UUD Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD 45 merupakan bentuk hukum dasar tertulis. UUD 45 adalah konstitusi yang menjadi muasal berbagai aturan hukum di negara Republik Indonesia.

“UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945,” katanya

Adapun Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI merupakan bentuk negara Indonesia saat ini. Bentuk negara kita ini disebutkan secara tegas dalam Pasal 1 Ayat 1, UUD 45 yang berbunyi sebagai berikut.

“Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik,” tutur Srikandi PPP ini

Pilar keempat, tambahnya yaitu Bhinneka Tunggal Ika, adalah moto atau slogan hidup masyarakat Indonesia. Slogan ini lahir dari fakta bahwa masyarakat Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi.

Mulai dari suku, agama, ras, dan golongan. Bhinneka Tunggal Ika diabadikan pada lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah Berbeda-beda tetapi tetap satu.

“Bhineka Tunggal Ika dan sikap saling menghargai harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita di masayarakat. Dan harus mengikuti segala bentuk aturan negara yang ada dan tentunya cinta NKRI,” kata Ermalena menambahkan (Mn/M1)

Comments

comments