Peringatan Hari Jadi Ke 66, NW Gaungkan Sami’na Wa Ato’na

0

Mataram, MetroNTB.com – Ketua Umum PBNW, Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Majid melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNW TGH Dr. Abdul Muhyi Abidin MA mengatakan, Hari Jadi NW ini digagas pertama kali oleh ananda Ketua Umum PWNW NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainuddin Atsani pada 2017 lalu. NW secara khusus merupakan milik warga NTB dan milik Indonesia dan ummat Islam sedunia.

“Untuk itulah, mari kita jaga NW ini agar tetap jaya untuk menegakan Islam Ahlussunah Wal Jamaah demi kejayaan Islam dan keutuhan Bangsa dan Negara kita tercinta,” ujarnya saat peringatan Hari Jadi NW Ke 66, di lapangan Sangkareng Kota Mataram, Sabtu

Ia mengajak warga NW untuk mengamalkan ajaran-ajaran pendiri NW dan memegang prinsip perjungan NW yaitu Yaqin, Ikhlas Istiqomah dan ketaatan kepada pemimpin.

“Konsep ajaran Sami’na Wa Ato’na yang dicetuskan pendiri NW kepada warga NW untuk menjaga ukhuwah dalam berorganisasi, sehingga mencapai tujuan bersama menegak panji-panji Islam melalui organisasi Nahdlatul Wathan,” cetusnya


Sementara, Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Atsani, dalam irsyadatnya, mengingatkan kepada warga NW bahwa pendiri NW Maulanasyaikh seorang pemimpin para wali.

“Beliau sudah mengarang sebuah tariqat. Itu pertanda bahwa guru besar NWDI adalah ulama yang mendunia, bahkan negara sudah mengaku bagaimana perjuangan beliau sehingga Presiden RI pada 2017 lalu pendiri NW dinobatkan menjadi Pahlwan Nasional, satu-satunya di provinsi NTB ini,” tuturnya

“Maka, saya selaku cucu beliau berkewajiban untuk menjaga keutuhan NW ini, karena sangat mulia tujuannya apapun taruhannya. Saya adalah marbot NW, yang punya NW Maulanasyaikh dan Ummuna,” tegas Tuan Guru Bajang Atsani

Ia menjelaskan bahwa sebagai kader dan penerus Maulana Syaeikh, Tuan Guru Bajang Atsani bersatu memajukan apa yang ditinggalkan kepada kita semua warga NW dan NTB pada umunya.

“NW adalah warisan terbaik bagi masyarakat NTB dalam memajukan daerah tercinta kita. Oleh sebab itu, tidak ada alasan kita untuk tidak menjaga dan memelihara NW ini,” imbuhnya

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Fahrurrazi menjelaskan bahwa peringatan HADI NW ke 66 ini diawali dengan pembacaan Hizib NW secara serentak di 24 Provinsi di Indonesia.

Selian itu HADI NW ini diperingati bukan gaya-gayaan, bukan unjuk massa, tetapi sesungguhnya HADI NW semata-mata untuk menjaga marwah harkat dan martabat NW dalam membina dan menjaga keutuhan NKRI.

“Dalam HADI NW ke 66 ini memiliki tujuannya yang mulia, dengan lima semangat yaitu semangat beragama, semangat menuntut ilmu, semangat berorganisasi, semangat bermasyarakat, dan semangat berbangsa,” pungkasnya

Turut hadir tersebut, Gubernur NTB, H. Zulkiflimansyah, Wakapolda NTB, Brigjen H Tajudin, jajaran pemerintah Propinsi dan Kota/Kabupaten, Pengurus NW dari tingkat pusat hingga ranting dan ribuan jamaah NW. (Red)

Comments

comments