Ketua TP PKK Lobar Lantik Tujuh Tujuh PKK Kecamatan

0
Foto : Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lombok Barat Hj Khairatun Fauzan Khalid saat melantik tujuh (7) Ketua TP PKK Kecamatan Kabupaten Lombok Barat (MetroNTB/Ist)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Lombok Barat Hj Khairatun Fauzan Khalid melantik tujuh (7) Ketua TP PKK Kecamatan Kabupaten Lombok Barat, kemarin (25/2).

Pelantikan dilakukan di Aula Kantor Bupati Lobar dan disaksikan langsung oleh Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Wakil Bupati Lobar Terpilih Hj Sumiatun, Sekda Lobar H Moh Taufiq, para Kepala SKPD, serta para anggota PKK dan Dharma Wanita Persatuan Lobar.

Ketua TP-PKK Kecamatan yang dilantik yakni Desy Arianti sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Lingsar, Hj Sumarni sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Batulayar, Hj Marlina sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Labuapi, Najawati sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Gunungsari, Rusmini sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Narmada, Agustiadi sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Kuripan dan Elvina Afrianti sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Sekotong.

Bupati Fauzan Khalid berpesan agar para ketua TP-PKK yang baru dilantik untuk segera melakukan koordinasi, mulai dari pengurus kabupaten  hingga pengurus tingkat desa. Tujuannya untuk mendorong tercapainya 10 Program PKK.


“TP-PKK juga harus bersinergi dengan instrument-instrumen lain, seperti Kader Kesehatan dan  Posyandu. Jika semua bisa terangkul, maka program akan berjalan dengan maksimal,” katanya.

Peran TP-PKK diakui Fauzan sangat penting. Dengan banyaknya potensi yang dimiliki oleh Lombok Barat, Fauzan berharap peran serta TP-PKK dapat lebih maksimal terutama mengembangkan UMKM khususnya unit usaha yang digawangi para ibu-ibu.

“Untuk memanfaatkan potensi itu, peran aktif TP-PKK sangat diperlukan untuk  membangkitkan kreasi-kreasi dan memanfaatkan peluang, sehingga masyarakat Lombok barat  menjadi masyarakat produktif. Pemerintah akan tetap support terhadap kreasi masyarakat. Kita bangun masyarakat menjadi masyarakat produksi, dan bukan konsumtif,” tegasnya (Red)

Comments

comments