Percepat Industrialisasi Langkah Strategis Menuju NTB Gemilang

0
181

Matatam, MetroNTB.com – Mempercepat hadirnya industrialisasi merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju NTB Gemilang di masa yang akan datang.

Demikian disampaikan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) lengkap OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Selasa, (19/2)

Bang Zul sapaan akrabnya mengatakan, NTB merupakan provinsi penghasil berbagai macam bahan baku yang selama ini hanya dikirim dan dilakukan pengolahan di daerah lain, yang tentunya tidak mendatangkan dampak dan keuntungan cukup besar dalam menunjang kemajuan daerah.

“Industrialisasi merupakan salah satu yang kami idamkan, banyak orang yang skeptis, industrialisasi ini jangan sampai omongan saja yang besar, tapi kenyataannya tidak ada,” ujarnya

Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Dr H Rosiady Sayuti menegaskan industrialisasi tidak harus identik dengan pabrik-pabrik besar, atau teknologi yang canggih-canggih. Namun sebenarnya inti dari industrialisasi itu adalah pendalaman struktur konstruksi.

“Nah kalau tadi yang kita cuma bisa mengirim jagung, dengan adanya industrialisasi yang kita maksudkan, sebisanya pengolah dilakukan di NTB. Kalau tadinya kita Cuma bisa kirim sapi itu ke luar, sebisa mungkin dengan industrialisasi pemotongan dilakukan di NTB, sehingga yang kita kirim sudah menjadi daging. Begitu juga dengan hasil tambang, laut dan lain-lain,” tuturnya

Bang Zul juga mengatakan, memaknai industrialisasi tidak harus semua berskala besar, ada juga yang kecil dan bahkan ada yang hanya ada ide, namu tidak punya modal dan tidak punya tempat.

“Untuk mempermudah ide-ide baik ini tumbuh subur, maka Pemerintah Provinsi NTB telah menyediakan tempat yang disebut Science Teknologi and Industrial Park (STIP),” cetusnya

Untuk itu, Bang Zul berharap keberadaan STIP akan dijadikan sebagai wahana untuk melingkupi pembisnis yang kekurangan modal yang tidak mampu membeli fasilitas dan untuk mempermudah mereka untuk menjadi pengusaha hadal di masa yang akan datang, alatnya, bantuan keuangan dan lain-lain disediakan dalam STIP.

“Kalau ada industri yang ingin mengemas makanannya, kalau ada industri yang ingin mengolah daging jadi ini itu karena belum ada mesinya dan butuh modal besar, sebagai pemerintah kita hadir disitu,” pungkasnya (Red)

Comments

comments