Gencar Sosialisasi, KPU Sasar Masyarakat Lenek Lombok Timur

0
Keterangan Foto : Ketua Divisi Sosialisasi, Partisiasi Masyarakat dan SDM KPU NTB, Agus Hilman saat melakukan sosialisasi pendidikan pemilih di kawasan adat di Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Lombok Timur (MetroNTB/Dik KPU NTB)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB menggelar sosialisasi pendidikan pemilih di kawasan adat di Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Lombok Timur, kemarin (16/2).

Ketua Divisi Sosialisasi, Partisiasi Masyarakat dan SDM KPU NTB, Agus Hilman mengatakan sosialisasi pendidikan pemilih ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat adat tentang kepemiluan khususnya Pemilu 2019.

“Dengan pendidikan pemilih ini diharapkan masyarakat adat mengambil peran aktif bersama-sama memberikan informasi dan sosialisasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Mereka merupakan salah satu elemen penting dalam suksesnya pesta demokrasi kali ini,” ujar Agus

Dalam kesempatan tersebut, Agus  mensosialisasikan mekanisme dan tata cara mencoblos pada pemilu 2019.
Menurutnya, pengetahuan tentang tata cara menyoblos yang benar sangat penting bagi pemilih yang datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.


“Jangan sampai anda yang sudah meluangkan waktu datang ke TPS, suara Anda sia-sia karena cara mencoblosnya tidak sah,” cetusnya

Agus juga sosialisasi tata cara mencoblos yang benar terkait calon yang tidak memenuhi syarat (TMS). Misalkan, calon legislatif yang dicoret dari Daftar Pemilih Tetap karena divonis melakukan Tindak Pidana Pemilu (Tipilu) dengan keputusan pengadilan yang inkrah.

“Jika tetap mencoblos calon yang dicoret, maka suara sah diberikan kepada partainya,” tuturnya

Sementara itu, Komisioner KPU Kab Lombok Timur, Taharudin menegaskan aspek pentingnya masyarakat adat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019.

Ia meminta agar masyarakat memastikan dirinya memiliki KTP elektronik sebelum tanggal 17 April 2019. UU No. 7 Tahun 2017 hanya memberikan ruang penggunaan hak pilih pada Pemilu 2019 bagi mereka yang memiliki KTP elektronik.

“Apa ada dari bapak ibu sekalian disini yang tidak memiliki KTP elektronik?,” tanya Tahar yang dijawab tidak ada oleh seluruh masyarakat adat desa Lenek yang hadir pada saat itu.

Ketua Masyarakat Adat Lenek, Mahyudin berharap kegiatan ini dapat memberikan pencerahan untuk masyarakat yang dipimpinnya.

“Kami warga adat di desa banyak yang awam. Apalagi Pemilu 2019 ini berbeda dengan pemilu sebelumnya,” ungkapnya (*)

Comments

comments