IPNU Lobar Rayakan Harlah IPNU Ke-65 dan Pelatihan Jurnalis

0
134

Tidak terasa IPNU sudah berumur 65 tahun, kiprah IPNU di indonesia sudah dikenal semua kalangan. IPNU yang merupakan anak bungsu dari NU sudah eksis setiap tahun hampir di semua Kab/Kota di indonesia.

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Lombok Barat merayakan Hari lahir IPNU yang ke 65 dan dirangkai dengan bedah buku sekaligus pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan di Ponpes NU Abahariah Jerneng Lombok Barat, 17/02/19.

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Lombok Barat Ahmad Jaelani menyatakan bahwa kegiatan Harlah ke 65 dan pelatihan ini dilakukan guna untuk meningkatkan semangat dan guna menambah ilmu soal jurnalistik. Karena menurut Elan sapaan akrabnya bahwa di era digital ini menulis sangat penting. Disamping untuk diri pribadi dan juga untuk IPNU dan NU.

“IPNU-IPPNU harus mampu menjadi penulis-penulis handal serta mampu mencetak buku,”ungkapnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat Pauzan Basri menyampaikan bahwa IPNU di Nusa Tenggara Barat harus terus menunjukkan taringnya. Harus terung menunjukkan kualitas dan kuantitasnya di maayarakat. IPNU di NTB harus melakukan kaderisasi-kaderisasi yang ada di IPNU. Baik itu kaderisasi internal maupun eksternal.

“IPNU harus terus lakukan kaderisasi, karena besarnya IPNU di NTB harus ditunjjukkan dengan kaderisasi yang dilakukannya. Silahkan cabang-cabang laksanakan kaderisasi, baik formal maupun non formal,”harapnya.

Pauzan juga menjelaskan tantangan pelajar diera digital hari ini, IPNU harus menjadi benteng para kiyai dan ulama.

“IPNU harus menjadi benteng dan pengawal kiyai dan NU lebih-lebih di media sosial,”tutupnya.

Perayaan Harlah IPNU ke 65, bedah buku dan pelatihan jurnaliastik dihadiri oleh seluruh anggota IPNU Lombok Barat, santri-santriwati IPNU komisariat Abahariah Lobar, Ketua Mabinda PKC PMII Bali Nusra Marinah Hardi, Penulis Buku Suaeb Qury, Ketua Lakpesdam NU Lobar Abdurrahman, Mantan Ketua PW IPNU NTB Syamsul Hadi.

Comments

comments