KPU Kabupaten Kota Diminta Kerja Ekstra Kawal Pendistribusian Logistik Pemilu

0
110
Dokumen KPU NTB

Mataram, MetroNTB.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Suhardi Soud menekankan kepada KPU kabupaten/kota se NTB agar berkerja ekstra mengawal pendistribusian logistik Pemilu 2019.

“Kita harus berprinsip, zero mistake, tidak ada kesalahan. Karena itu, kita harus benar-benar teliti dan hati-hati dalam pengelolaan logistik ini,” ujar Suhardi saat Rakor evaluasi pengelolaan logistik Pemilu 2019 di Mataram, kemarin (15/02).

Suhardi mengakui, tantangan pengelolaan dan pendistribusian
logistik Pemilu 2019, jauh lebih berat daripada sebelumnya.

“Sebelumnya, perakitan bisa dilakukan di tenda, tapi saat ini sangat beresiko jika perakitan dilakukan di gedung yang tidak tertutup,” kata Suhardi

Namun demikian, Suhardi menyebutkan kondisi tersebut sebagai tantangan bagi seluruh penyelenggara pemilu di NTB.

Ia berharap agar KPU kabupaten/Kota terus memastikan gudang penyimpanan dapat menampung seluruh logistik.

“Tidak hanya kemampuan daya tampung gedung, juga keamanan gudang dari kondisi cuaca,” imbuhnya

Termasuk aman dari rayap dan tikus yang implikasinya dapat berdampak buruk terhadap citra kualitas Pemilu 2019.

“Jadi, jangan sampai kita buat sejarah baru Pemilu 2019 digagalkan oleh rayap dan tikus,” tegasnya

Sementara, Sekretaris KPU Provinsi NTB Mars Ansori Wijaya menjelaskan proses pengadaan Logistik Pemilu 2019 dibagi dalam 2 tahun anggaran yaitu 2018 dan 2019, yang dibagi dalam 3 kewenangan, yaitu KPU, KPU Provinsi dan KPU kabupaten/Kota.

“Pada tahun anggaran 2018, sesuai kewenangannya KPU RI telah melaksanakan pengadaan Kotak Suara dan Bilik Suara. KPU Provinsi melaksanakan pengadaan Sampul. sementara KPU kabupaten/Kota mengadakan Alat Kelengkapan Pemungutan Suara di TPS,” terangnya

Keseluruhan jenis logistik itu, kata Ansori saat ini sudah berada di KPU Kabupaten/Kota, dimana Sampul dan Alat Kelengkapan Pemungutan Suara dan Sampul sudah selesai disortir. Sedangkan Kotak Suara sedang dalam proses perakitan.

“Tahun 2019 Logistik yang diadakan yaitu KPU mengadakan Surat Suara dan Formulir berhologram, KPU Provinsi mengadakan Formulir Katalog dengan sistem Klik Nasional dan Formulir Non Katalog serta Daftar Calon Tetap (DCT), sementara KPU kabupaten/Kota mengadakan Salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT) per TPS,” katanya

Untuk Surat Suara untuk keperluan Pemilu di NTB, lanjut Ansori Wijaya,  akan diproduksi oleh KSO PT. Puri Panca Pujibangun Surabaya sebagai pemenang Tender, yang akan mulai melakukan produksi tanggal 2 Maret.

“Dijadwalkan akan mulai didistribusi oleh rekanan kepada KPU kabupaten/Kota se NTB secara berangsur-angsur mulai tanggal 4 Maret dan pengiriman terakhir diperkirakan tanggal 18 Maret,” tuturnya

Ditambahkan, untuk Formulir e-katalog akan diproduksi oleh PT. Temprina Jember sebagai pemenang tender. Produksi formulir saat ini sedang berlangsung  dan akan tiba di kabupaten/kota awal pertengahan Maret.

Sementara untuk Formulir Non Katalog sedang dalam proses tender, sambil menunggu diundangkannya Peraturan KPU mengenai Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Hasil.

“Logistik Pemilu baik yang diadakan oleh KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota selanjutnya akan disortir dan dipacking oleh KPU Kabupaten/Kota pada pertengahan bulan Maret, dan distribusikan ke PPK, PPS dan TPS hingga menjelang pemungutan Suara. Prioritas distribusi pertama adalah daerah paling jauh dan sulit secara geografis, jelas Mars Ansori Wijaya,” kata Ansori menambahkan (*)

Comments

comments