Pemprov Gandeng Forest For Life Indonesia Atasi Sampah Di NTB

0
121
Keterangan Foto : Gubernur NTB Zulkieflimansyah menerima silaturrahim Ketua Forest For Life Indonesia Hadi Pasaribu dalam rangka memaparkan terkait Pilot Projek Pengolahan Sampah Organik dengan Teknologi Black Souldier Fly (tentara lalat hitam) di Ruang Kerjanya, Kamis 14 Februari 2019 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com Gubernur NTB Zulkieflimansyah menerima silaturrahim Ketua Forest For Life Indonesia. Silaturrahim tersebut dalam rangka memaparkan terkait Pilot Projek Pengolahan Sampah Organik dengan Teknologi Black Souldier Fly (tentara lalat hitam) di Ruang Kerjanya, Kamis (14/02)

“Pengolahan sampah dengan teknologi tentara lalat hitam ini, merupakan  kerjasama Pemerintah Provinsi NTB dengan Forest For Life Indonesia yang dipusatkan di Dusun Bebae Kecamatan Lingsar,” ujarnya

Bang Zul sapaan akrabnya mengatakan, proyek ini kedepan diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sampah organik, agar menjadi lebih bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saya menyambut baik kehadiran teknologi pengolahan sampah ini di NTB dan menginginkan agar proyek ini kedepan dapat dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di NTB,” katanya

“Inovasi ini sejalan dengan program pemerintah saat ini, yaitu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat yang dikenal dengan program Zero Waste,” tambah Bang Zul

Keterangan Foto : TP PKK NTB Hj Niken Saptarini Widyawati saat melaksanakan kunjungan ke Lokasi pengolahan sampah organik ini di Dusun Bebae Kecamatan Lingsar (MetroNTB/Ist)

Sementara, Ketua TP PKK NTB Hj Niken Saptarini Widyawati yang mendampingi Gubernur pada kesempatan itu, juga menyambut baik dengan adanya teknologi ini.

“PKK NTB akan mendukung penuh dengan memberikan edukasi kepada msyarakat, agar bisa memilih sampah organik dan non organik, mulai dari tingkat rumah tangga, sebagai sumber penghasilan sampah utama,” ujar Niken.

Niken juga berharap, kedepan dengan hadirnya teknologi ini, persoalan sampah di NTB bisa teratasi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forest For Life Indonesia Hadi Pasaribu menjelaskan pengolahan sampah organik sering menjadi persoalan masyarakat selama ini, tapi dengan adanya teknologi ini sampah organik akan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Output dari pengolahan sampah ini adalah, pengolahan larfa menjadi pakan ternak, pupuk cair, gas dan pupuk padat,” terangnya

Ia menambahkan, teknologi  pengolahan sampah dengan system  Black Souldier Fly ini hanya bisa dikembangkan di negara-negara tropis.

“NTB merupakan tempat pengembangan pertama di Indonesia yang bekerjasama langsung dengan pemerintah. Walaupun sudah adadi beberapa tempat namun sifatnya privat,” pungkasnya (Red)

Comments

comments