Masyarakat Dihimabu Jangan Munculkan Politik Identitas

0
170
Keterangan Foto : Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Penggagas Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof Mahfud MD (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Penggagas Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof Mahfud MD mengajak para pendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk tidak saling ejek. Ia menilai, kedua Paslon tidak melakukan aksi saling ejek, melainkan para pendukungnya.

“Saya tidak melihat kedua pasangan saling ejek, tidak ada. Yang muncul saling ejek kan pendukungnya, kita imbau pendukung (paslon) jangan bikin berita hoaks. Jangan memancing pertengkaran karena kedua pasangan ini dalam catatan saya dan kita semua, tidak ada yang saling ejek,” ujar Mahfud usai menghadiri Sarasehan Kebangsaan di Mataram, Selasa (12/2/2019)

Mahfud juga mengimbau masyarakat tidak mengedepankan politik identitas dalam pemilu. Menurutnya masyarakat memang boleh memilih seseorang karena kesamaan agama dan suku, namun jangan hal tersebut dijadikan sebagai hal untuk membuat konflik.

“Oleh sebab itu selesai pemilihan, rukun. Karena agama, suku, kita milih berdasarkan itu boleh saja, tapi jangan karena itu menjadi konflik, begitu selesai kita bersatu lagi,” imbuh mantan Ketua MK ini

Ia berharap tingkat partisipasi pemilih semakin meningkat. Berdasarkan hasil survei, kata Mahfud, tingkat golput dari 20 persen, tetapai saat ini diprediksi akan turun menjadi 14 persen.

“Saya tidak tahu seberapa mengkhawatirkan (Golput) tapi golput itu sebaiknya tidak dilakukan oleh yang punya hak suara, pilih saja mana yang lebih baik karena dalam demokrasi tidak akan ada calon pemimpin yang ideal, yang ada yang (calon pemimpin) yang relatif lebih baik dibandingkan yang lain,” kata Mahfud menambahkan (*)

Comments

comments