Irzani Dorong Pesantren Jadi Agen Kreator Teknologi Tepat Guna

0
80

Irzani Dorong Pesantren Jadi Agen Kreator Teknologi Tepat Guna

Lombok Timur, MetroNTB.com – Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia diharapkan bisa menjadi tumpuan harapan dalam mencetak generasi handal dan bermoral.

Calon Anggota DPD RI no urut 30, H Irzani mendorong Pesantren dan para santri bisa menjadi agen inovator juga kreator Teknologi Tepat Guna (TTG).

“Pesantren tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tapi juga mampu melakukan inovasi TTG yang ramah dengan kalangan Pesantren,” kata Irzani, Selasa (12/2/2019)

Ia mengatakan, potensi dan sumbangsih Pesantren sudah sangat teruji sejak dulu di Indonesia, termasuk di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Pesantren juga menjadi pusat pengembangan masyarakat dalam berbagai bidang, seperti ekonomi rakyat.

“Seperti koperasi dan usaha kecil, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat hingga pada konservasi lingkungan,” tutur Irzani

“Harus diakui, Pesantren dapat menjadi tempat penyemaian pemimpin masa depan dalam banyak bidang. Pesantren juga berpotensi besar menjadi wadah pencetak enterpreneur yang bisa menggerakkan potensi ekonomi
masyarakat, dan menjadi agen perubahan teknologi di zaman kekinian seperti sekarang ini,” katanya

Pemberitahuan Bawaslu

Pengembangan teknologi tepat guna di Pesantren, menurutnya, harus mulai dilakukan saat ini. Para santri sudah saatnya menunjukan kreativitas dan inovasi mereka di bidang teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat.

Dikatannya, paradigma kebanyakan awam harus mulai berubah tanpa mengubah esensi Pesantren dan santri itu sendiri. Sebab, teknologi tak akan membawa santri keluar dari nilai-nilai kesantriannya karena teknologi adalah kebutuhan saat ini.

“Santri di Ponpes modern bisa berselancar internet dengan gadget tanpa terpengaruh dampak negatifnya, karena santri menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan serta tidak menyalahgunakannya. Itulah yang harus ditiru oleh santri-santri yang mampu melaju di tengah zaman tanpa harus malu mengakui identitasnya sebagai santri,” ungkapnya.

Irzani mengatakan, kemajuan teknologi juga punya banyak manfaat. Misalnya dengan smartphone para santri bisa mengaji Al-Qur’an atau membaca, mempelajari hadits, dan menela’ah kitab kuning.

Lalu dengan gadget itu, mereka bisa mengatur waktu  mereka untuk beribadah dan melakukan kegiatan lainnya. Laptop juga bisa digunakan
untuk dakwah dengan mengetik tulisan dan mengirimnya ke media masa atau mempublikasikannya sendiri di blog ataupun situs-situs berbasis Islam

“Penyampaian ajaran Islam tidak selalu hanya melalui sebuah mimbar. Saat ini banyak media penyampaian ajaran Islam yang dapat dimanfaatkan salah satunya melalui lirik lagu. Group Band Wali telah membuktikan ini. Group Band jebolan Pesantren Dar-El-Qolam ini menyampaikan da’wah mereka melalui lirik-lirik lagu mereka,” kata Irzani.

Menurut Irzani,  Ponpes sebagai agen perubahan teknologi harus mulai didorong juga di Lombok, NTB. Hal ini menjadi tantangan bagi para pengurus pesantren, agar mereka mampu mencetak kader ummah yang bukan hanya mempunyai kemampuan di bidang agama, tetapi juga mampu berkembang dan mengembangkan masyarakat di tengah-tengah lajunya arus globalisasi. (*)

Comments

comments