Di Tahun Politik, Ermalena Ajak Emak-Emak Ngerumpi Positif

0
Keterangan Foto : Anggota DPR RI Dapil NTB Fraksi PPP, Dra Hj Ermalena saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan MPR RI di Desa Taman Indah Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu 2 Februari 2019 (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Anggota DPR RI Dapil NTB Fraksi PPP Dra Hj Ermalena mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi, kebersamaan dan  persatuan di atas kebhinnekaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia

“Di tahun politik ini, saya mengajak  untuk kita sama-sama menjaga kebersamaan dan persatuan dengan tidak mengedepankan perbedaan tetapi mengedepankan persamaan. Khususnya, kaum emak-emak agar ngerumpi di setiap waktu diganti menjadi ngerumpi yang positif. Jadikan ngerumpi menjadi mediasi silaturrahim bukan ngerumpi yang negatif,” ajak Ermalena saat Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan MPR RI di Desa Taman Indah Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (2/2/2019)

Wakil Ketua Komosi IX DPR RI Ini menjelaskan, Empat Pilar MPR RI merupakan empat hal yang perlu menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat Pilar MPR itu terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, Pancasila merupakan elemen yang menjadi ideologi bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila lahir dari kesepakatan seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila merupakan dasar dalam pembentukan dan penegakan negara Indonesia yang digali kembali dari nilai-nilai luhur bangsa yang sudah tumbuh di tengah masyarakat kita.

“Oleh para pendiri bangsa Indonesia, Pancasila kemudian dirumuskan dalam bentuknya yang seperti kita kenal sekarang,” terangnya

Sementara itu, lanjut Ermalena UUD Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD 45 merupakan bentuk hukum dasar tertulis. UUD 45 adalah konstitusi yang menjadi muasal berbagai aturan hukum di negara Republik Indonesia.

“UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945,” katanya

Adapun Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI merupakan bentuk negara Indonesia saat ini. Bentuk negara kita ini disebutkan secara tegas dalam Pasal 1 Ayat 1, UUD 45 yang berbunyi sebagai berikut.

“Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik,” tutur Srikandi PPP ini

Pilar keempat, tambahnya yaitu Bhinneka Tunggal Ika, adalah moto atau slogan hidup masyarakat Indonesia. Slogan ini lahir dari fakta bahwa masyarakat Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Mulai dari suku, agama, ras, dan golongan. Bhinneka Tunggal Ika diabadikan pada lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah Berbeda-beda tetapi tetap satu.

“Bhineka Tunggal Ika dan sikap saling menghargai harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita di masayarakat. Dan harus mengikuti segala bentuk aturan negara yang ada dan tentunya cinta NKRI,” tambah Ermalena.

“Mari kita semua sama-sama menjaga kerukunan khususnya di Lombok Timur, kita harus damai dan tidak mudah terpropokasi oleh berita-berita yang tidak benar,” pungkasnya (*)

Comments

comments