Masyarakat Loteng Minta Pemerintah Aktifkan Kembali PMP dan Penataran P4

0
189
Keterangan Foto : Anggota DPD RI, H Lalu Suhaimi Ismy saat melakukan kegiatan sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, di Kantor Camat Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis 31 Januari 2019 (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Masyarakat Lombok Tengah meminta Pemerintah untuk mengembalikan pelajaran PMP dan penataran P4 untuk memberikan pendidikan moral yang kuat bagi generasi muda khususnya nilai moral yang terkadung di dalam Pancasila.

Hal tersebut terungkap saat Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Suhaimi Ismy kegiatan sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka tunggal Ika di kantor Camat Pujut Lombok Tengah, Rabu (31/12019)

Menanggapi permintaan masyarakat tersebut, Senator Asal NTB ini menggelorakan penguatan nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat NTB sejak dini, khususnya generasi muda

“Mari kita tanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak kita sejak dini,” ajak Lalu Suhaimi

Menurutnya, pembangunan di negara Indonesia terus dilakukan, terutama di Lombok Tengah yang mengalami pembangunan signifikan. Tetapi, mantan Kakanwil NTB juga mengingatkan masyarakat harus siap dengan efek negatif dari pembangunan terutama budaya asing yang mulai masuk di tengah-tengah masyarakat.

“Penguatan nilai Pancasila kepada anak-anak kita harus kita lakukan sejak dini. Itu semua membentengi generasi kita dari pengaruh negatif budaya luar,” katanya

“Bagaimana cara kita melakukan hal tersebut? Kita harus memperkuat Pancasila dalam setiap segi kehidupan kita,” cetus Lalu Suhaimi

Selain itu, di tahun politik seperti saat ini, ia mengajak masyarakat tetap menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI.

“Jangan sampai kita terpecah-pecah oleh pilihan yang berbeda. Pilihan boleh berbeda tetapi kita tetap saling menghormati, tidak boleh saling menghasut apalagi menyebarkan berita yang tidak benar,” imbuhnya

Ia menegaskan bahwa siapapun yang terpilih dalam pemilihan umum tahun ini tidak akan merusak persaudaraan sesama anak bangsa. Sehingga, tidak ada alasan untuk saling menyakiti sebagai saudara setanah air. Walaupun berbeda pilihan. (Mn/M1)

Comments

comments