Sinergi Babinsa Dan Fasilitator Percepat Proses Rekonstruksi Pascagempa NTB

0
154
Keterangan Foto : Babinsa bersama Fasilitator. (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Dampak gempa Lombok tahun 2018 lalu hingga kini masih dirasakan masyarakat NTB khususnya yang terkena dampak gempa. Puluhan ribu rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa.

Pemerintah Daerah dalam hal ini menetapkan kerusakan menjadi tidak bagian rumah rusak ringan, rusak sedang dan rumah rusak berat.

Terkait dengan hal tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani sekaligus Dansatgas Opster TNI melalui Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan menyatakan, selain melaksanakan tugas Opster TNI dengan program pembuatan 70 unit rumah hunian sementara (Huntara) di dua lokasi yakni 40 unit di Kabuapaten Lombok Utara dan sisanya 30 unit di Kabupaten Lombok Barat serta pembuatan delapan unit sumur Bor tersebar diseluruh wilayah terdampak gempa.

Para Babinsa yang desa binaannya terkena dampak gempa langsung menjadi Fasilitator berkolaborasi dengan para Fasilitator sipil yang memang sudah ada.

“Kami harap mereka bisa mendorong proses percepatan rehab rekon mulai dari pendataan ulang rumah yang rusak ringan dan rusak sedang, membentuk Pokmas, membantu penyusunan administrasi rencana anggaran biaya (RAB) kebutuhan masing-masing Pokmas,” ujarnya

“Membantu koodinasi dengan BPBD maupun Dinas Perkim Kabupaten/Kota, membantu koordinasi pembuatan rekening ke BRI hingga pembagian rekening dan pencairan dana dan melaksanakan pengawasan pada tahap rehab rekonsnya,” kata Dahlan

Dijelaskannya, terkait dengan pencairan dana di BRI ini, Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk mempermudah birokrasi dan administrasi sebagai persyaratan pencairan dana stimulan.

“Berbagai macam latar belakang dan pengalaman masyarakat yang tidak semua memahami proses pencairan dana stimulan itu menjadi salah satu kendala di lapangan,” terang Dahlan

Untuk itu, sambung putra tana Samawa tersebut, keberadaan Fasilitator dan Babinsa untuk membantu memberikan solusi dan pemahaman serta pendampingan kepada masyarakat dalam proses pencairan dana stimulan sesuai prosedur.

“Kami harap bisa meminimalisir semua permasalahan pada level bawah dengan harapan target percepatan rehab rekon dapat tercapai,” cetusnya (Mn/M1)

Comments

comments