Prihatin Dengan Nasib Nelayan, Ini Solusi Jitu Purwaningsih Sutiarti

0
265
Purwaningsih Sutiarti saat berkunjung ke perkampungan nelayan di kawasan Bintaro, Ampenan Mataram (MetroNTB/Dika)

Mataram, MetroNTB.com – Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Golkar Nomor Urut 5 Dapil Pulau Lombok, Dra Hj Purwaningsih Sutiarti turut prihatin dengan kondisi cuaca buruk beberapa pekan terakhir membuat masyarakat nelayan di Lombok dan sekitarnya benar-benar terpukul.

“Dapur mereka (nelayan) terpaksa ngebul seadanya akibat pemasukan yang minim lantaran tak bisa melaut seperti biasa,” ujar kata Purwaningsih Sutiarti, Sabtu (26/1) di Mataram usai berkunjung ke perkampungan nelayan di kawasan Bintaro, Ampenan.

Purwaningsih mengatakan, musim angin barat memang ibarat paceklik bagi para nelayan. Untuk bertahan mereka banyak yang menggadaikan barang berharga hingga perabotan rumah tangga sebagai jaminan pinjaman uang di koperasi-koperasi lepasan, atau biasa dikenal dengan sebutan bank rontok.

“Padahal potensi kelautan dan perikanan kita yang sangat luar biasa, ternyata belum mampu terkelola dengan baik dan mensejahterakan masyarakat pesisir dan nelayan,” katanya

Purwaningsih mengakui, cuaca ekstrim memang membuat nelayan tak bisa melaut. Namun sebenarnya, jika ada pemberdayaan, maka kelompok nelayan masih bisa melakukan kegiatan produktif untuk mengisi waktu saat tak bisa melaut.

“Saya sudah turun ke beberapa lokasi kampung nelayan di Lombok. Ya kondisinya hampir sama karena memang ini musim cuaca ekstrim. Tapi harusnya ada pemberdayaan, masyarakat harus mulai diajak untuk tidak pasrah dengan keadaan,” ucapnya

Keterangan Foto : Purwaningsih Sutiarti, saat berkunjung ke perkampungan nelayan di kawasan Bintaro, Ampenan berbincang mendengar keluh kesah nelayan (MetroNTB/Dika)

Dalam kunjungannya ke kampung nelayan, sosok pengusaha wanita yang terkenal dekat dengan masyarakat ini disambut penuh gembira oleh masyarakat nelayan, terutama kaum ibu-ibu.

Di Bintaro, Purwaningsih mendengarkan aspirasi dan keluh kesah para nelayan dan berdialog ringan penuh keakraban.

Salah seorang nelayan, Fendi mengaku musim cuaca buruk seperti saat ini bisa membuat roda ekonomi nelayan terganggu hingga berbulan-bulan.

“Paling tidak bisa sampai tiga-empat bulan kami tidak bisa melaut. Akhirnya mulai berhutang, ini kondisi yang sulit,” katanya.

Keluhan serupa datang dari masyarakat nelayan lainnya. Menurut mereka, biaya rumah tangga dan kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi, sementara pendapatan bisa dibilang hampir nihil.

Memancing ikan di pesisir menjadi piihan terakhir untuk menambal sulam kebutuhan hidup di masa cuaca buruk seperti saat ini. Kondisi ini pun terjadi berulang setiap tahun.

Mendengar semua keluhan itu, Purwaningsih menanggapi dengan menanamkan semangat dan optimisme bagi masyarakat agar mulai membuat dan mengembangkan produk olahan hasil laut.

“Bisa mulai dikembangkan produk olahan dari ikan misalnya. Bisa menjadi kerupuk ikan, sambal ikan, dan semacamnya. Ini bila dikemas baik dan punya pasar yang jelas, tentu bisa menjadi solusi selama musim cuaca yang tidak berpihak seperti sekarang ini,” kata Purwaningsih saat berbincang dengan masyarakat nelayan.

Ia mengatakan, potensi di Desa pesisir dan perkampungan nelayan di Lombok ada kelebihan yang beragam.

Kawasan pesisir yang punya keindahan alam, juga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata pesisir berkonsep desa wisata.

“Di Yogyakarta itu ada juga destinasi tempat selfie yang instagramable. Itu biasa saja, tapi wisatawan yang datang hanya untuk selfie sangat banyak. Saya rasa di Lombok ini juga banyak potensinya, tinggal bagaimana masyarakat kita ajak dengan rasa optimis bahwa kita bisa mengembangkan potensi yang ada,” pungkasnya (*)

Comments

comments

adv pemprov