Pemuda NW Komit Jaga Persatuan dan NKRI

0
217
Keterangan Foto : Ketua Pimpinan Pusat Pemuda NW Dr Muhammad Halqi (baju putih) bersama Kasat Lantas Polres Lotim Ryan Faisal, SIK dan Herman Saputra (MetroNTB/Halqi)

Lombok Timur, MetroNTB.com – Pemuda NW berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman apapun.

“Organisasi Pemuda NW berkomitmen dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa dan negara,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Pemuda NW, Dr Muhammad Halqi saat diskusi yang bertajuk Mimbar Pemuda NW “Membedah isu-isu kebangsaan dan memperkuat persatuan bangsa” bertempat di Kantor Low Office Herman, Selong Lombok Timur, kemarin (24/1)

Halqi menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa sudah final. Begitu juga dengan sistem kenegaraan bangsa Indonesia sudah final yaitu Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pancasila dan NKRI sudah final, dan itu harga mati,” tegasnya

Ia menjelaskan, sebagai wujud nyata dalam menjaga keutuhan NKRI, Pemuda NW akan menjalin kerja sama dengan ormas lainnya, mulai dari daerah, hingga pusat.

“Kami juga siap menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk mensukses program pemerintah yang pro rakyat,” tandas Halqi

Sementara, Kapolres Lombok Timur yang diwakili Kasat Lantas, Ryan Faisal, SIK menyatakan dinamika kehidupan berbangsa saat ini cukup dinamis terutama saat menjelang pemeilihan Presiden ini.

Ia berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang memecah belah persatuan bangsa.

“Kita ini berbeda-beda tapi satu tujuan. Jangan jadikan perbedaan sebagai perpecahan. Kita boleh beda pilihan dalam Pilpres tapi kesatuan bangsa harus tetap kita jaga. Kalau kami sebagai aparat tetap netral. Kepolisian tidak memilih,” tuturnya

Menurutnya, perbedaan pilihan jangan dijadikan sebagai permusuhan. “Masyarakat kita harapkan untuk saling menghargai, pilihan boleh beda, namun persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga,” ungkap Ryan seraya meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu politik yang memecah-belah kesatuan, apalagi isu sara.

Dikatakannya, media sosial saat ini seringkali menjadi wahana penyebar berita atau informasi hoaks dan membuat provokasi sehingga masyarakat menjadi resah. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan untuk selalu bijaksana menggunakan smart-phone.

“Jangan, begitu mendapatkan informasi melalui media sosial, langsung diteruskan, pertimbangan dampaknya, baru meneruskan informasi tersebut,” imbuhnya

Pada kesempatan yang sama, penanggungjawab diskusi Herman Saputra mengatakan, isu-isu kebangsaan ini bisa dipilah menjadi dua. Pertama berkenaan dengan ideologi  bernegara seperti isu tentang ideologi komunisme dan khilafah yang berasis agama.

“Kedua isu tersebut mengancam persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara yang sudah final dengan ideologi Pancasila,” cetusnya

Kedua, lanjut Herman, terkait isu-isu ekonomi, sosial budaya, politik, hukum dan HAM.

“Salah satu konsen saat ini mengenai pelangggaran dan penegakan hukum. Kedua hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah dan melibatkan masyarakat supaya tidak kecelakaan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya (Hq)

Comments

comments