Berpose Salam Dua Jari, Belasan ASN Kota Mataram Dilaporkan Ke Bawaslu

0
414
Keterangan Foto : Pose salam dua jari ASN kota Mataram yang viral di Medsos (MetroNTB/Istimewa)

Mataram, MetroNTB.com – Belasan pejabat dan aparatur sipil negara (ASN)di lingkup pemkot Mataram terancam terkena jeratan hukum. Pasalnya, mayoritas pose salam dua jari, serta ada diantarnya yang melakukan salam satu jari yang mereka layangkan pada peringatan hari ulang Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang pada Rabu (23/1), berujung pada pelaporan ke Bawaslu Kota Mataram, Kamis (24/1) kemarin.

Relawan Muda Pengawal Demokrasi Damai yang melaporkan pose foto kompak para pejabat dan ASN di Kota Mataram yang merupakan simbol kampanye peserta Pilpres 2019 itu.

Koordinator Relawan Muda Pengawal Demokrasi Damai, I Ketut Supartana selaku pelapor mengaku, risih atas tingkah laku pejabat dan ASN di pemkot Mataram yang disebutnya tidak netral tersebut.

“Harusnya, ASN itu memberi contoh yang baik pada masyarakat, karena mereka adalah abdi negara, sehingga harus netral posisinya. Tapi, ini kebalik, mereka malah mengumbar pose itu di media sosial seenaknya,” ujar Supartana menjawab wartawan usai melakukan pelaporan ke Bawaslu Kota Mataram.

Menurutnya, pihaknya memperoleh foto pejabat dan ASN melakukan salam simbol kampanye pasangan capres dan cawapres itu melalui status akun medsos milik salah satu ASN pemkot Mataram. Selain itu, Supartana juga memperoleh foto tersebut dari sejumlah pesan whatsapp secara berantai.

“Kita ingin pemilu, pileg kali ini bersih dan tidak ingin ada kegaduhan apapun. Tapi, gara-gara postingan ASN yang harusnya bersikap netral, malah membuat kami merasa terganggu,” tegas Supartana

Ia berharap atas adanya laporan ini, Bawaslu setempat bisa menegakkan aturan dan integritas pemilu yang baik, sehingga pelaksanaan pemilu guna mewujudkan demokrasi yang adi dan damai bisa terwujud di Kota Mataram.

“Kita minta laporan kami diproses sesuai peraturan dan mekanisme yang ada, sehingga ada efek jera pada pejabat agar lebih cerdas dan berhati-hati melakukan sikap apapun pada tahun politik saat ini,” tandas Supartana.

Terpisah, Koordinator Devisi (Koordiv) Hukum, Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Mataram, Dewi Asmawardani membenarkan jika pihaknya melalui staf Gakkumdu telah menerima laporan dari Relawan Muda Pengawal Demokrasi Damai terkait dugaan pelanggaran ketidak netralan dan pelanggaran pemilu pejabat dan ASN pemkot Mataram itu.

“Iya tadi laporan sudah kita terima sesuai form dan selanjutnya akan kita lakukan kajian awal makimal tiga hari guna kita bisa kita tindak lanjuti pada tahap berikutnya,” ujar Dewi. (FM/MN)

Comments

comments