Dua Kepala Daerah Sulawesi Utara Pelajari Desa Lingsar Lobar

0
166
Foto : Dokumen Humas Lombok Barat

Lombok Barat, MetroNTB.com – Predikat Desa Lingsar sebagai Juara Lomba Desa tingkat Nasional dan berbagai raihan prestasi lainnya masih menjadi magnet bagi daerah lain. Kemarin (22/1), Walikota Kotamobagu dan Bupati Bolaang Mongondow bersama rombongan mengunjungi Desa Lingsar.

Dua kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Utara sengaja datang untuk study komparasi dan belajar tentang pelayanan berbasis online ke masyarakat, termasuk pengembangan budaya serta inovasi-inovasi yang dilakukan Desa Lingsar.

Rombongan berjumlah 85 orang yang terdiri dari kepala dinas, camat, kepala desa dan lurah ini diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid di Aula Kantor Desa Lingsar.

“Kota Kotamobagu masih muda, baru berumur 11 tahun dan masih butuh belajar. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan di sini bisa kita implementasikan di Kotamobagu,” kata Walikota Kotamobagu Hj Tatong Bara.

Senada dengan Hj Tatong Bara, Bupati Bolaang Mongondow Hj Yasti Soepredjo Mokoagow berharap kunjungan perdananya ke Lombok Barat dapat menjadikan daerahnya berprestasi seperti Desa Lingsar.

Mantan anggota DPR RI dua priode itu juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Lombok Barat atas penerimaannya.

Bupati H Fauzan Khalid sendiri sangat mengapresiasi kedatangan dua kepala daerah beserta rombongan. Dalam penerimaannya, Fauzan memaparkan kondisi Lombok Barat serta raihan prestasi yang ada.

“Lombok Barat juga masih banyak kekurangan, namun Alhamdulilkah Desa Lingsar pernah juara satu Nasional termasuk Desa Montong Are di Kecamatan Kediri juara satu nasional untuk lomba PKK,” paparnya.

“Kita juga butuh belajar. Di antara kita pasti ada kelemahan dan kelebihan. Kelebihan itulah kita ambil untuk kemajuan daerah kita,” lanjutnya menambahkan.

Fauzan juga mengakui, kedua kepala daerah yang merupakan tokoh perempuan di Sulawesi Utara ini patut dijadikan teladan. Diketahui dari 15 kepala daerah di Sulawesi Utara, enam dijabat oleh kaum perempuan.

“Saya berharap NTB dapat melahirkan lenih banyak kepala daerah dari kaum hawa,” pungkasnya (*)

Comments

comments