Pelajar NU NTB Gelorakan “Medsos Akhlaqul Karimah”

0
243
Keterangan Foto : Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU NTB) Fauzan Basri (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Penggunaan media sosial yang tidak bijak mendekati pemilihan presiden dan wakil presiden tahun ini makin marak terjadi.

Tak jarang pelaku yang bermedia sosial itu rata-rata tingkat pelajar. Bahkan belum lama ini seorang pelajar Ampenan ditangkap kepolisian lantaran diduga menghina presiden Jokowi dalam statusnya. Hinannya pun ada kaitannya dengan pencalonan Jokowi sendiri sebagai Capres.

Badan Otonomi NU di NTB, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) angkat bicara. Mereka menyayangkan masih saja pelajar belum bijak bermedia sosial.

Ketua IPNU NTB, Fauzan Basri pelajar NU NTB menggelorakan “Medsos Akhlaqul Karimah”. Sebagai generasi bangsa pelajar sangat diharapkan bermedia sosial tanpa harus menebar kebencian, isu sara, fitnah bahkan hoax.

Untuk itu, pelajar di NTB diharapkan bisa lebih berakhlaqul Karimah dan bijak menggunakan media sosial khususnya Facebook yang sangat cepat diakses publik.

“Dalam bermedia sosial hindari kata-kata kotor apalagi menghujat,” tegas Fauzan

Menurutnya, sudah banyak sekali kasus-kasus yang menimpa pelajar di Nusa Tenggara Barat terkait dengan salah menggunakan media sosial. Lebih khusus facebook, sebab medsos seperti facebook ini sudah digunakan semua kalangan, baik pelajar SMP, SMA hingga orang-orang tua.

“Mari kita semua khususnya para pelajar yang ada di NTB untuk lebih mengedepankan tabayyun sebelum mengshare ataupun membuat status-status yang membuat orang menjadi tersinggung. Lebih-lebih di tahun politik Pileg dan Pilpres kali ini,” ajaknya

Tahun politik ini tambahnya, semua orang bisa membuat pendapat, semua kalangan memberikan masukan melalui media sosial. Tapi diharapkan jika memberikan masukan atau pendapat agar lebih bijaksana dan beretika.

Jika ingin berpendapat dan memberi masukan kepada pemerintah baiknya menggunakan kata-kata yang tidak mengandung ujaran kebencian. Menggunakan kata-kata yang bijaksana dan tidak membuat orang lain tersinggung.

“Kasus di anak di Ampenan, anaknya masih kecil namun karena melakukan ujaran kebencian di medsos, sehingga Polda NTB langsung menciduk. Kita lebih berhati-hati dan tidak semaunya dalam bermedia sosial,” tutur Fauzan

Keterangan Foto : Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) NTB (MetroNTB/Ist)

Sementara itu, Ketua PW IPPNU NTB, Mutmainnah menjelaskan pelajar putri NU juga mengingatkan pelajar harus pandai dalam menggunakan media masa.

“Kita juga harus pandai dalam menerima informasi sehingga bisa membedakan mana informasi yang benar dan yang hoax,” katanya

“Informasi apapun itu harus di saring. Ini bagian dari pencegahan bermedia sosial yang tidak sehat,” kata Mutmainnah

Ia menegaskan, keberadaan media sosial memiliki dampak besar pada kehidupan saat ini yang tentu ada positif dan negatifnya.

“Semua pihak khususnya pelajar di NTB harus pintar dan bijak dalam menggunakan media sosial agar dampak yang di tularkan pelajara adalah hal yang selalu membawa kepada kebaikan (Ziyadatul Khoir),” tegasnya

“Mari hindari ujaran Kebencian dan hoax,” pungkasnya (Jk/Ar)

Comments

comments