M16 Prediksikan Suara Jokowi Tak Naik Di NTB, Ini Penyebabnya

0
200
Keterangan Foto : Direktur Kajian Politik dan Sosial M16, Bambang Mei Finarwanto bersama Tuan Guru Bajang (TGB)(MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Lembaga Kajian Politik dan Sosial M16 memprediksikan suara Joko Widodo di Pilpres 2019 tidak ada kenaikan signifikan. Tokoh yang diharapkan akan  menjadi pengikat warga NTB yaitu TGH M Zainul Majdi atau TGB, batal mengurusi NTB.

“DPP Golkar justru menugaskan TGB mengurus pemenangan di Jawa Barat.
Ya, artinya NTB ini tidak menjadi atensi dari Partai Golkar,” ujar Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, Selasa, (22/1).

Justru, kata Didu sapaan akrabnya ini hitungan politik yang rasional. Mengingat bicara Pilpres, barometernya adalah Pulau Jawa. Dan Jokowi butuh kerja ekstra di Jawa Barat.

“Bisa jadi, nanti untuk mengurus NTB akan di delegasikan ke tokoh lain,” katanya

Didu menilai, bergesernya TGB ke Jawa Barat, justru menjadi ruang untuk tokoh di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok tampil. Membuktikan diri sanggup menjadi jangkar pemenangan.

“Boleh dulu alasannya, cukup dengan TGB. Sekarang diluar TGB siapa?,” ucapnya

Pada Pilpres 2014 silam, saat TGB memberi dukungan pada Prabowo, raihan suara di NTB cukup signifikan. Hampir mendapat 75 persen. Menurunkan suara Prabowo tidak mudah.

“Menurut saya, suara Pak Prabowo akan tetap berkibar di NTB,” imbuhnya.

Kecuali, kata Didu, para jangkar di daerah ini muncul terbuka memenangkan Jokowi. Para tokoh kian masif turun ke masyarakat. Stigma TGB sentris harus dihilangkan.

“Ingat, TGB itu sekarang tokoh nasional. Yang diurus lebih luas dan besar,” tegasnya.

Didu pun mengkritik, koalisi pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin seolah takut bertarung di NTB. Partai pengusung justru disibukkan urusan internalnya. Belum lagi ditambah para calegnya sibuk mengurus diri masing-masing.

“Hitungan saya, raihan suara pilpres 2019 Pak Prabowo bisa dapat hingga 80 persen,” pungkasnya (*)

Comments

comments