PMII Dukung Sikap Kakanwil Tidak Bela Pegawai Kemenag Terjaring OTT

0
153
Keterangan Foto : Ketua PKC PMII Bali-Nusra, Aziz Muslim (kanan) (MetroNTB/Oji)

Mataram, MetroNTB.com –  Aktivis di NTB mendukung langkah Kementerian Agama NTB yang mendorong aparat penegak hukum membongkar kasus dugaan pungutan liar bantuan Masjid korban gempa bumi oleh Tiga oknum pegawai Kementerian Agama, dengan cara Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Kami mendukung sikap Kakanwil NTB, H Nasaruddin yang tidak akan membela tiga oknum pegawainya yang terlibat pungli dana gempa. Kami PMII sangat mendukung,” tegas Ketua PKC Bali-Nusra Aziz Muslim di Mataram Senin (21/1).

Aziz mengatakan, melihat proses hukum sedang berjalan terhadap tiga oknum Kemenag tersebut.

“Apalagi dengan telah ditetapkannya sebagai tersangka berarti aparat kepolisian sudah mengantongi bukti yang akurat bahwa mereka dinyatakan melanggar hukum meski belum keluar keputusan hukum yang ingkrah dari pengadilan,” kata Aziz

Sementara itu, terkait dengan adanya desakan sejumlah pihak yang meminta Kakanwil NTB mundur dari jabatan, PKC PMII melihat sedikit keliru.

Sebab dalam kasus tersebut, sampai saat ini tidak ada satu fakta yang menyebutkan bahwa Kakanwil terlibat. Artinya kejadian dugaan korupsi dana masjid korban gempa itu tanpa diketahui Kakanwil.

“Anak Buahnya semata mata  yang berbuat ulah. Lantas tidak mesti Kakanwil ikut didesak mundur,” tandasnya

Malah, kata dia tanpa ada pembelaan, Kakanwil menunjukkan sikap tegas membantu pihak terkait salam menegakkan hukum.

“Bahkan dalam media masa, Nasruddin juga mempersilahkan kepolisian mengusut tuntas sampai ke akar akarnya agar semua yang terlibat dalam perbuatan kotor itu bisa dicokok,” tutur Aziz

“Ini artinya Kakanwil serius menyikapi maslah ini. Tidak akan memberi ampun kepada oknum yang berbuat korup,” sambungnya

Namun demikian PMII juga sangat berharap agar Kakanwil bisa lebih ketat mengontrol bawahannya sehingga kejadian ini tidak akan terulang lagi.

“Kasus OTT ini harus dijadikan pelajaran bagi semua pejabat dilingkup institusi yang dipimpin Lukman Hakim Saifudin itu,” kata Aziz menambahkan (*)

Comments

comments