HBK Ajak Masyarakat Lombok Action Kembangkan Potensi Pertanian

0
162
Keterangan Foto : Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra sekaligus Calon Anggota DPR RI dapil Pulau Lombok H Bambang Kristiono (HBK) bersama isteri Hj Dian Bambang Kristianto saat meninjau hasil panen petani bawang merah (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Potensi sektor pertanian di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tak akan habis-habisnya jika dikupas dan dibicarakan. Namun, jika selalu hanya dalam tataran wacana dan wacana, tanpa ada aksi nyata, maka potensi yang ada hanya akan lekang dan tak membawa manfaat, faedah dan keuntungan apa-apa.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H Bambang Kristiono (HBK) mengajak masyarakat di Pulau Lombok untuk mulai melakukan aksi nyata mengembangkan potensi pertanian.

“Semua potensi pertanian sudah tersedia, tanah yang subur, ketersediaan air yang mencukupi,” ujar HBK, kemarin (18/2)

Menurutnya, tinggal sekarang bagaimana mulai action, generasi muda  jangan ragu dan malu untuk bergelut di sektor pertanian ini. Contohnya, dulu pernah berjaya sebagai sentra bawang putih nasional.

“Naaach kenapa sekarang tenggelam, ini pertanyaannya. Harusnya potensi ini terus dikembangkan lebih bagus lagi,” kata HBK didampingi isteri tercintanya, H Dian Bambang Kristiono.

Dikatannya, kecamatan Sembalun di Lombok Timur yang berada di kaki Gunung Rinjani memang memiliki potensi yang luar biasa untuk pertanian hortikultura. Di era 1990-an, daerah Sembalun sempat terkenal dan menjadi sentra produksi bawang putih nasional.

“Hanya saja, krisis ekonomi dan maraknya kebijakan impor bawang putih dari China, India dan Vietnam saat itu, membuat harga komoditi unggulan ini terjun bebas. Hal ini membuat petani rugi, dan masa kejayaan bawang putih di Sembalun pun perlahan meredup,” terangnya

HBK mengatakan, hilangnya masa kejayaan itu bukan berarti potensi ikut hilang. Geografis letak ketinggian, kesuburan tanah, dan potensi
lainnya masih tetap sama dengan di era 1990-an.

“Anjloknya harga saat itu kan karena keadaan situasional, karena krismon dan kebijakan impor yang berlebihan. Tapi potensi ini masih
ada, menunggu kita gali kembali dan ini harus bisa dijadikan modal untuk kita bangkit kembali meraih kejayaan itu,” tuturnya

Ditambahkannya, masyarakat petani di Sembalun bisa mulai kembali mendorong perluasan lahan tanam bawang putih. Apalagi varietas Sangga yang menjadi varietas unggulan nasional itu proses pembenihan dan pembibitan hanya bisa maksimal jika dilakukan di Sembalun.

“Hal ini menjadi kekhasan dan daya dukung tersendiri bagi Sembalun, sebagai daerah andalan untuk mengembalikan kejayaan pertanian Lombok di masa depan. Tinggal
bagaimana masyarakat, pemerintahan NTB dan kita semua mau tekun dan serius mengembangkannya kembali,” kata HBK menambahkan (*)

Comments

comments