Dandim dan Bupati Sumbawa Teken Aksi Damai Kesadaran Penghijauan dan Pelestarian Hutan

0
206

Sumbawa, MetroNTB.com – Dalam rangka menjaga kelestarian hutan di wilayah Sumbawa NTB, Dinas Lingkungan hidup dan Bupati Sumbawa Besar bekerjasama dengan Kodim 1607/Sumbawa menggelar Kemah Bhakti Konservasi dalam rangka hari menanam pohon Inonesia, Hari Lahir Provinsi NTB dan HUT Ke-60 Kabupaten Sumbawa Besar Tahun 2019 di Sampar Jiwat Dusun Maja Desa Ongko Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa Besar, Sabtu (5/1).

Acara Kemah Bhakti Konservasi yang ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., dihadiri Muspida Kabupaten Sumbawa, Sekda beserta SKPD, Kepala BPBD, Camat se Kabupaten Sumbawa Besar, Mupika Empang, para Kades se Kecamatan Empang, dan sekitar 300 orang peserta Kemah Bakti Konservasi dari anggota Kodim dan Pramuka.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTB memberikan dukungan terhadap program konservasi hutan dengan melaksanakan penanaman pohon disekitar hutan.

Menurutnya, hal tersebut sebagai sinyal awal langkah Pemerintah Daerah bersama instansi terkait untuk menertibkan kembali pembalakan hutan secara liar dan melaksanakan penghijauan dan penanaman pohon di wilayah-wilayah hutan yang sudah tandus.

Usai melaksanakan penanaman pohon secara simbolis, Gubernur meninggalkan lokasi dan acara dilanjutkan Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, SE., M.Sc., bersama Bupati Sumbawa Besar Drs. H.M. Husni Djibril, B.Sc., menandatangani aksi damai kesadaran penghijaun dan pelestarian hutan di lapangan sepak bola Dusun Maja Desa Ongko Kecamatan Empang.

Disela-sela kegiatan penandatanganan, Dandim Sumbawa menegaskan moment tersebut sebagai upaya penyelamatan hutan di NTB khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa Besar yang memang sudah tandus.

Dijelaskannya, beberapa tahun kebelakang banyak lahan hutan di Indonesia khususnya di NTB baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa rusak akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan pembalakan liar maupun pengalihan fungsi hutan sehingga tidak heran terjadi banjir dan tanah longsor ketika musim hujan.

“Hal itu jelas akan merugikan kita bersama baik materi, psikologis bahkan jiwa,” sebut orang nomor satu di jajaran Kodim 1607/Sumbawa tersebut.

Untuk itu, sambung Letkol Samsul, melalui moment yang baik ini saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan dan alam sekitar dengan melakukan reboisasi kembali hutan-hutan yang sudah gundul dan tandus.

“Jangan ada lagi yang melakukan pembalakan dan perambahan hutan dengan alasan yang tidak dibenarkan oleh Undang-Undang karena jika itu dilakukan tentu ada sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Acara Kemah Bhakti Konservasi ini akan dilakukan selama dua hari dengan menanam pohon sebanyak 2000 pohon dari berbagai jenis pohon antara lain pohon kemiri, pohon mente, pohon kayu putih dan pohon durian.

Comments

comments