Terpidana Kasus Penganiayaan Anak Ajukan PK

Foto : Melalui Kuasa Hukumnya Eko Rahadi mengatakan meski putusan PN Lombok Timur telah berkekuatan hukum tetap, pihaknya bersama LSM Garuda Indonesia akan menyiapkan 19 pengacara untuk menempuh upaya hukum melalui jalur Peninjauan Kembali (PK) (MetroNTB.com/Peri)

Lombok Timur, MetroNTB.com – Dua Terpidana Kasus Penganiayaan anak, BH (26) Tahun dan AN (18), Warga Lendang Nangka Utara Lombok Timur mulai menjalani masa hukumannya Jum’at, 16 September 2022.

Setelah divonis 1,6 Tahun Penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Lombok Timur, kedua terdakwa sebanyak dua kali tidak memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lotim

Melalui Kuasa Hukumnya Eko Rahadi mengatakan meski putusan PN Lombok Timur telah berkekuatan hukum tetap, pihaknya bersama LSM Garuda Indonesia akan menyiapkan 19 pengacara untuk menempuh upaya hukum melalui jalur Peninjauan Kembali (PK).

“PK ke MK adalah satu-satunya upaya mendapatkan keadilan,” ujarnya kepada MetroNTB.com

Menurut dia, peluang PK memungkinkan bagi terdakwa untuk mendapatkan keadilan. Sebelumnya antara korban dan terdakwa telah berdamai.

“Ini adalah bukti baru yang akan kami ajukan,” kata Rahadi

Meski sebelumnya melakukan demonstrasi ke PN dan Kejari Lotim, Rahadi mengaku, hal tersebut bukan sebagai bentuk penghalangan.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lotim, Ida Made Oka Wijaya memberikan apresiasi terhadap keluarga terpidana yang telah kooperatif untuk memenuhi panggilan yang ketiga.

“Saat ini terpidana telah dibawa ke Lembaga Permasyarakatan kelas II B Selong untuk menjalani hukumannya,” kata dia

Menurut dia, sebagai bagian dari kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan hukum dalam menjalankan penegakan hukum, maka putusan PN Lotim harus dilaksanakan.

Pihaknya akan menghormati upaya hukum yang akan ditempuh kuasa hukum kedua terpidana.

Sebelumnya, gabungan LSM menggerlar aksi protes terhadap putusan di PN dan Kejari Lotim atas kasus penganiayaan yang mereka yakini disebabkan karena persoalan kecil yakni terpidana menegur korban yang berkendara dengan kecepatan tinggi dikarenakan di sekitar jalan terdapat benang layangan yang putus

Pewarta : Peri Padly

Editor : Upar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here