Pilkades Selong Belanak, Timses Nomor Urut 2 Ajukan Gugatan

Foto : Calon kepala desa Selong Belanak nomor urut 2 Lalu Sayuti bersama Timses (MetroNTB.com/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Salah satu tim pemenangan calon Kepala desa Selong Belanak melayangkan gugatan kepada Panitia Pilkades dan Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah

Gugatan dilayangkan karena ada dugaan pelanggaran yang terjadi pada saat Pilkades Selong Belanak

Timses calon kepala desa nomor urut 2 Abdul Gafur mengungkapkan dugaan adanya anak dibawah umur yang ikut serta memberikan hak suara.

“Kami menduga ada permainan, dugaan kami anak dibawah umur ini masih duduk di bangku SMP masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ungkap Gafur kepada wartawan, Kamis 01 September 2022

Dia merasa heran anak SMP bisa masuk dalam DPT dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kebingungan, kami menduga ini direncanakan dari awal dengan terstruktur dan sistematis,” tuding Gafur

Dia juga menduga di TPS 7 ditemukan pemilih dibawah umur dan masih duduk di bangku SMP sekitar lima orang dan umurnya dinaikkan di KTP.

“Kami curiga ini banyak terjadi di TPS lain. Kami juga menduga di TPS 13 ada 9 orang pemilih di bawah umur akan tetapi 8 orang bisa disetop dan 1 orang sudah memilih,” ungkap Gafur

Persoalan lain, diduga di salah satu lembar daftar DPT tidak dituliskan NIK dan tempat tanggal lahir.

“Ini terjadi di TPS 6 dusun Rujak Praye dan model pemilihannya juga tidak dipanggil nama,” paparnya

Gafur curiga di TPS 6 ada permainan, dengan sistem tidak sebut nama, maka bisa saja semuanya memilih walaupun nama yang ada di DPT tidak ada di tempat tapi digantikan orang lain

“Jumlah DPT di TPS 6 ini sebanyak 306. Disini ada pemilih bebas, masyarakat yang ada di luar negeri atau yang sudah meninggal dunia bisa memilih karena saat pemilihan tidak menyebut nama,” paparnya

Pihaknya sempat memberikan protes akan tetapi dijawab oleh KPPS bahwa sudah biasa dilakukan disini tanpa panggil nama.

“Seharusnya proses pemilihannya dilakukan dengan panggil nama, supaya masyarakat bisa mengetahui siapa yang memilih,” cetus Gafur

Selain itu, di TPS 6 juga ada dua suara yang dicabut secara sembarang karena pemilih tidak masuk di dalam DPT dan pencabutan yang dilakukan tidak ada berita acara pencabutan.

Masyarakat sudah menggunakan hak pilih dan memasukkan surat suara kedalam kotak suara, akan tetapi karena dia tidak masuk dalam DPT, maka surat suara tersebut dicabut secara sembarang.

“Kan kita tidak tau suara siapa yang dikeluarkan, ini bisa merugikan salah satu calon kepala desa,” sesalnya

Pihaknya juga menduga adanya kecurangan pada saat melakukan cukit data yang dilakukan dengan cara tidak menyambangi warga ke rumah.

Sampai saat ini calon dengan nomor urut 2 atas nama Lalu Sayuti belum diberikan model C1 sampai sekarang. Seharusnya C1 ini diberikan setelah penghitungan suara di masing-masing TPS,” tutur Gafur

Dia berharap, kotak suara yang ada di TPS 5 dan TPS 6 dibuka supaya bisa dipadukan daftar pemilih tetap dan pemilih tambahan

“Kami menilai adanya permainan karena margin error-nya sangat sedikit yaitu 10 persen,” imbuhnya

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajukan keberatan secara tertulis ke panitia dan DPMD, kalau tidak direspon, maka langkah selanjutnya akan mengajukan gugatan

“Kami sudah ajukan keberatan secara lisan kepada panitia tapi tidak ada respon yang memuaskan. Kami akan legowo menerima apapun hasilnya nanti setelah kotak suara ini dibuka,” kata Gafur menambahkan (Zan/Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here