BPS NTB : Regsosek 2022 Reformasi Sistem Reformasi Sistem Perlindungan Sosial

Foto : Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin (MetroNTB/Man)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) merupakan bagian dari reformasi system perlindungan sosial yang konsepnya telah dirancang sejak 2020.

“Pemerintah merasakan perlindungan sosial perlu adanya perbaikan-perbaikan,” kata Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin di sela-sela Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022, di Hotel Raja Mandalika Lombok Tengah, Kamis (15/9/2022)

Dia mengatakan dalam masa pandemi Covid-19 banyak program perlindungan sosial yang dikucurkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Sekarang ini pemerintah menaikkan harga BBM, juga dikucurkan bantuan perlindungan sosial kepada masyarakat kita,” tutur Wahyudin

Dalam berbagai kesempatan Presiden RI mengingatkan terkait data pemberdayaan masyarakat dan perlindungan sosial. Data masih dimiliki oleh masing-masing Kementerian atau Lembaga, belum ada satu untuk menyasar program pemerintah

“Oleh karena itu, kita harus memiliki satu data yang bisa dibagikan kepada semua Kementerian dan Lembaga, sehingga nanti program-program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat ini bisa terfokus pada satu data,” kata Wahyudin

Melalui pendataan Regsosek ini, diharapkan ouputnya dapat sebagai acuan untuk melaksanakan program tepat sasaran. Dalam pendataan Regsosek akan menyasar seluruh, tidaka hanya penduduk miskin tetapi seluruh penduduk akan dilakukan pendataan yang mencakup seluruh profil dan kondisi sosial ekonomi, demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset dan lainnya.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh BPS pada bulan Oktober- November. Kita memerlukan sekitar 9.129 petugas pendata dan pengawas termasuk instruktur nasional,” papar dia

“Besar harapan kami dalam pelaksanaan kegiatan Regsosek semua kita, lintas instansi harus sama-sama kita bisa bekerja sama bisa berkolaborasi untuk mendukung kesuksesan pendataan awal registrasi sosial ekonomi,” imbuh Wahyudin (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here