Kemenkes RI Izinkan Klinik Cyto Lakukan Vaksinasi Internasional

Foto : Humas Klinik Cyto Lalu Debi Margadi Kusuma (MetroNTB/Humas)

Lombok Tengah, MetroNTB.com –  Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan izin kepada laboratorium Klinik Cyto di Lombok Tengah untuk penerbitan dan permohonan belanko sertifikat vaksinasi internasional.

Humas Klinik Cyto Lalu Debi Margadi Kusuma mengatakan dengan adanya izin, klinik Cyto bisa memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat yang akan melakukan vaksinasi meningitis.

“Klinik Cyto hanya melakukan vaksin dan yang mengeluarkan sertifikat vaksin (dokumen) adalah dari KKP langsung,” ujar Amaq Ketujur sapaan akrabnya

Dia menjelaskan untuk jenis vaksin meningitis ini, bisa digunakan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah haji dan umroh.

“Sertifikat vaksin internasional ini memang digunakan oleh para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN),” kata Amaq Ketujur

Dia menegaskan laboratrium Klinik Cyto sudah mendapat persetujuan langsung pelaksana penerbitan dan permohonan belanko sertifikat vaksinasi Internasional No. SR.05.01/4/687/2022 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jendral (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram

“Sebenarnya setiap klinik bisa saja melaksanakan vaksinasi meningtis ini, asalkan klinik itu memiliki surat persetujuan dari KKP,” tutur Amaq Ketujur

Pihaknya membantah adanya dugaan jika Klinik Cyto melakukan monopoli atau penyalahgunaan praktik terhadap vaksinasi meningtis ini.

“Yang menganggap kita tidak punya izin atau dugaan penyalahgunaan praktik pelayanan vaksinasi meningtis ini keliru, kita sebelum mendapatkan izin, sebelumnya dilakukan perivikasi dulu oleh KKP. Ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi, semua persyaratan itu sudah kita penuhi. Makanya izin bisa dikeluarkan,” jelas Amaq Ketujur

Jika izin dikeluarkan langsung dari KKP dan tidak ada kaitan izin dari Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah, mengingat program ini dari kementerian langsung. Sehingga, dinas di daerah juga dianggap kalaupun ada kewenangan hanya sebatas melakukan pengawasan.

“Setelah memenuhi syarat, maka sebelum kita membuka praktik, tapi tim atau petugas kami di Cyto juga dilatih oleh KKP untuk vaksinasi meningtis ini. Petugas kami juga  turun ke masyarakat dalam rangka sosialisasi vaksinasi. Artinya, klinik Cyto yang dianggap menyalahgunakan praktik sangat keliru,” tegas Amaq Ketujur (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here