Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, TGH Ibnu Halil : Pancasila Warisan Para Ulama

Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Ibnu Halil melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, di Yayasan Ponpes Shautul Mushannif, Tenten Lauk, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Minggu 3 Juli 2022

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Ibnu Halil melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, di Yayasan Ponpes Shautul Mushannif, Tenten Lauk, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Minggu 3 Juli 2022

“Saya refresentatif perwakilan masyarakat NTB di DPD RI dan juga sekaligus sebagai anggota MPR RI di amanah oleh undang-undang No 17 tahun 2014, undang-undang No 42 tahun 2014 tentang MD3, berkewajiban untuk mensosialisasikan empat pilar MPR,” tuturnya

Ia menjelaskan empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Selanjutnya, Undang Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara. Kemudian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

“Inilah empat pilar kebangsaan kita yang harus kita pegang teguh sebagai warga Negara,” tuturnya

“Pancasila ini tidak boleh kita rubah. Pancasila ini warisan para ulama. Mari kita menjaganya,” ajak Ibnu Halil

Sila pertama Pancasila mengandung ajaran tauhid. Sudah menjadi kesepakatan pendiri bangsa yang harus dijaga oleh seluruh warga Negara Indonesia

“Isi Pancasila sesuai dengan ajaran Al Qur’anul Karim,” tegasnya

Ia mengatakan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indoneisa sudah direstui oleh para ulama.

“Termasuk guru kami juga di Sitobundo Pahlawan Nasional mediator berdirinya Nahdlatul Ulama KH Raden As’ad Syamsul Arifin. Beliau lah yang merestui pada Presiden Soeharto bahwa Indonesia ini punya dasar, punya ideologi yaitu Pancasila. Alhamdulillah masih eksis sampai sekarang ini. kita pertahankan,” kata Ibnu Halil menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here