Merasa Dirugikan, Warga Ungga Geruduk BRI Cabang Praya

Foto :Masyarakat desa Ungga, Kecamatan Praya Barat menggeruduk Bank BRI Cabang Praya Lombok Tengah untuk melakukan hearing meminta kejelasan terkait dengan adanya pembengkakan suku bunga pinjaman pada nasabah BRI (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Warga desa Ungga, Kecamatan Praya Barat menggeruduk Bank BRI Cabang Praya Lombok Tengah untuk melakukan hearing meminta kejelasan terkait dengan adanya pembengkakan suku bunga pinjaman pada nasabah BRI.

Hearing tidak berlangsung lama lantaran masyarakat sekaligus nasabah kecewa karena kepala cabang tidak berada di kantor.

Nasabah asal desa Ungga Muhammad Syukur mengaku meminjam di Bank BRI unit Penujak sebesar Rp.150.000.000 dengan angsuran perbulannya Rp. 3.953.246 dengan lama tenor 60 bulan atau lima tahun dengan jaminan sertifikat tanah

“Saya sudah melakukan penyetoran selama 17 bulan dengan jumlah setoran Rp. 67.205.182. Artinya, jika saya melunasi pinjaman selama 60 bulan, maka bunganya mencapai 80 juta lebih. Ini sangat mencekik masyarakat,” jelasnya

Syukur menjelaskan dirinya mengambil pinjaman di Bank BRI unit Penujak pada tanggal 11 januari 2021, pada saat pencairan piha Bank BRI tidak menjelaskan kalau tabel annitas seperti saat ini, akan tapi hanya dijelaskan jumlah angsuran saja.

“Saya mengambil pinjaman Kupedes, saya ngambil dari 2014 tapi tidak pernah seperti ini. Sistem bunga annuitas ini tidak dijelaskan,” sesalnya

Pihak Bank sebelumnya pernah datang kerumah dan hanya menjelaskan bahwa itu sudah aturan dari pusat

“Itu memang sudah aturan dari pusat,” akuI Syukur

Apriadi Abdi Negara yang mendampingi masyarakat meminta kejelasan terkait sistem yant ada di Bank BRI yang merugikan masyarakat

Pihaknya juga mengaku kecewa lantaran kepala cabang BRI Praya tidak ada ada dikantor ketika nasabah ingin meminta kejelasan

“Kami sudah bersurat jauh-jauh hari untuk melakukan hearing, akan tetapi Kepala cabang BRI Praya tidak mengindahkan,” tegas Abdi

Dia mengancam akan melakukan aksi demonstrasi kamis mendatang dengan membawa masyarakat yang dirugikan dengan sistem annuitas ini

“Kami akan melakukan aksi demonstrasi bersama masyarakat, karena banyak nasabah yang dirugikan dengan sistem ini,” ancamnya

Pengacara muda ini juga meminta supaya BRI mengembalikan uang setoran nasabah yang 17 bulan dan siap untuk mengembalikan pinjaman yang sudah dipinjam dari Bank

“Kembalikan setoran nasabah yang 17 bulan dan kami akan kembalikan pinjaman kami. atau pindahkan pinjaman kami ke sistem KUR,” pinta Abdi

Pantauan di lokasi, setelah masa hearing tidak bisa ditemui kepala cabang Bank BRI Praya, masa hearing membubarkan diri

Sementara itu, Asisten Manager Bisnis Mikro (AMBM) Jihadul Imam yang menemui masyarakat mengatakan, kepala cabang BRI Praya sedang ada kegiatan di Mataram

“Sudah diberitahukan, akan tetapi kita sering dadakan agenda. Sehingga tidak sempat mengabari dari kemarin,” jawab Imam (Zan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here