Idul Adha, Merawat Persatuan

Foto : Ketua PW LIGANA NTB Pauzan Basri

Penulis: Ketua PW LIGANA NTB Pauzan Basri

Opini, MetroNTB.com – Hari Raya Idul Adha 1443 H tahun ini adalah momentum bagi semua orang untuk bisa terus meningkatkan kadar keimanan dan kadar ketakwaan kepada sang penciptanya.

Ada banyak cara setiap hamba untuk bisa berbuat lebih dan berbuat baik, agar selalu berguna bagi sesama hamba Allah SWT yang lahir di muka bumi.

Idul Adha kita kenal dengan hari raya Qurban, dimana kita dituntut untuk membagikan sebagian harta yang kita miliki untuk dibagikan kepada hamba lain yang sangat membutuhkan dan yang berhak menerima.

Tentu itu semua bisa terjadi manakala kita sebagai hamba sudah memiliki harta lebih dan sudah layak untuk melaksanakan Qurban. Allah SWT tidak pernah memaksakan hambanya untuk berbagi bila mana hamba tersebut masih membutuhkan banyak hal dalam kehidupannya.

Mengutip dari kisah Nabi Ibrahim AS yang terpaksa harus menyembelih anaknya untuk berqurban, namun tak sedikitpun Nabi Ibrahim AS goyah atau ingin ingkar untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Bahkan Nabi Ibrahim rela melakukan itu karena ketakwaannya kepada sang pencipta Allah SWT.

Contoh diatas menjadikan kita agar bisa menjadi hamba yang benar-benar Bertaqwa dan sungguh dalam beribadah, tentu tidak hanya dengan berqurban. Melainkan ibadah-ibadah lain yang sudah wajib harus kita laksanakan diantaranya adalah ibadah sholat lima waktu yang sudah ditentukan dan diwajibkan bagi semua umat muslim dunia.

Terkadang kita umat manusia lebih geger dalam melaksanakan ibadah-ibadah lain yang tidak begitu penting dan tidak begitu wajib. Padahal momentum hari raya ini kita dituntut untuk berbenah diri dan memperbaiki setiap apa yang sudah kita per bulan di tahun-tahun sebelumnya.

Berqurban adalah sebagai wahana mempersatukan umat Islam dengan berkumpul dan berbagi antar sesama. Berqurban adalah wahana untuk kita umat Islam merawat persatuan, Indonesia dikenal dengan negara majemuk dan dengan saling rangkul. Hal itu harus kita terus lestarikan dan tradisikan sebagai hamba yang beriman dan Bertaqwa.

Mari saya mengajak kita semua untuk melihat di sekeliling kita, apakah mereka sudah bisa keluar dari kata sejahtera. Berqurban adalah momentum kita saling ingat mengingatkan, saling bagi membagi jika ada diantara kita yang memiliki harta lebih.

Banyak sekali hamba Allah SWT di muka bumi ini yang tidak pernah merasakan nikmatnya hidup, nikmatnya makan makanan yang enak, banyak diantara kita yang tidak pernah merasakan bagaimana rasanya kehidupan yang bahagia. Sehingga kita dituntut untuk berbagi Rizki dan berbagi apa saja yang kita miliki untuk kita bagi kepada mereka yang betul-betul membutuhkan.

Mari kita jadikan hari raya Qurban ini sebagai ajang untuk kita berlomba lomba dalam berbuat kebaikan, berlomba lomba dalam meraih keridhoan dari Allah SWT.

Hari raya Qurban adalah sebagai alat ukur keimanan seseorang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dimana kita dituntut untuk bisa bersosialisasi dan bermasyarakat. Kumpul dengan tetangga, kumpul dengan teman dan masyarakat lainnya dalam satu rumah yaitu rumah Allah SWT.

Rumah ibadah, semua pekerjaan ditinggalkan, semua aktivitas dihentikan. Berbondong bondong untuk naik ke masjid. Di situlah tempatnya kita sebagai manusia yang berbagai macam latar belakang merawat persatuan kita dengan sama-sama membangun keberagaman dan membangun tali persaudaraan antar sesama.

Saya melihat banyak partai politik melakukan pencitraan dengan Berqurban, bagi saya itu sah-sah saja dan sangat pantas dilakukan. Tentu Berqurban itu kita jadikan sebagai momentum untuk berlomba lomba dan seharusnya di ceritakan, agar apa,? Agar orang lain yang memiliki harta tergerak dan mau untuk membagikan harta dengan berbagi kepada sesama.

Saya justru berharap semua orang yang sudah layak Berqurban agar Berqurban. Membagikan hartanya dengan memberikan sesama yang membutuhkan.

Semoga kita semua dibukakan hatinya untuk bisa Berqurban, dengan niat agar kita bisa sama-sama merawat persatuan dan saling mencintai dan menyayangi antar sesama umat muslim dan umat manusia yang diciptakan hadir di muka bumi (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here