DP3AP2KB Lombok Tengah Kekurangan SDM

Foto : Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendali Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendali Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu diungkapkan KepalaDP3AP2KB Lombok Tengah Baiq Sri Hastuti Handayani saat memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas), Kamis 7 Juli 2022

“SDM di DP3AP2KB sangat terbatas untuk melayani masyakat Lombok Tengah yang jumlahnya satu juta lebih,” ungkap Baiq Sri

“Kami hanya memiliki 54 Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang PNS, ini jauh dari ideal. Harus lebih banyak sebenarnya,” katanya

Pihaknya mengakui saat ini jumlah PKB yang PNS sebanyak 42 orang. Sedangkan non PNS 50 orang, non P3K 30 orang.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengingatkan bahwa menikah saat ini harus direncanakan.

“Pondasi harus dibangun dengan sangat bagus, sehingga bisa membuat keluarga yang bahagia,” kata Pathul mengingatkan

Menurutnya, ketika menikah tidak direncanakan dengan matang, maka bisa melahirkan anak stunting, kerdil dan tidak tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Rata-rata stunting berasal dari menikah tanpa perencanaan,” tandas Pathul

Diungkapkan, kondisi nasional, angka stunting pada tahun 2024 harus 14 persen dan Lombok Tengah saat ini angka stunting masih pada angka 21,3 persen

“Kalau mengikuti standar nasional, maka pertahun kita harus turunkan 2,3 persen angka stunting di Loteng,” tutur Pathul

Ia menambahkan, angka stunting Loteng saat ini lebih rendah dari angka rata-rata Provinsi, oleh sebab itu, lanjut Pathul harus lebih giat lagi sehingga pada tahun 2024 mendatang angkak stunting bisa tuntas

“Kita harus lebih giat lagi sehingga jumlah stunting bisa tuntas pada tahun 2024 mendatang,” imbuhnya (Zan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here