Anggota DPD RI, TGH Ibnu Halil Sosialisasi Empat Pilar di Yayasan Qur’anul Huda

Foto : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Ibnu Halil melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, di Yayasan Qur’anul Huda, Dusun Sonkang, Labuan Tereng, Lembar Lombok Barat, Senin 4 Juli 2022

Lombok Utara, MetroNTB.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Ibnu Halil melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, di Yayasan Qur’anul Huda, Dusun Sonkang, Labuan Tereng, Lembar Lombok Barat, Senin 4 Juli 2022

“Saya refresentatif perwakilan masyarakat NTB di DPD RI dan juga sekaligus sebagai anggota MPR RI di amanah oleh undang-undang No 17 tahun 2014, undang-undang No 42 tahun 2014 tentang MD3, berkewajiban untuk mensosialisasikan empat pilar MPR,” ujarnya

Ibnu Halil menjelaskan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Selanjutnya, Undang Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara. Kemudian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

“Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara kita, hasil kesepakatan pendiri bangsa dan sudah direstui oleh para ulama. Termasuk guru kami KH Raden As’ad Syamsul Arifin, pahlawan nasional. Beliau karomahnya luar biasa. Santrinya menyebar di seluruh Nusantara,” tuturnya

Selain itu, beliau (KHR As’ad,red) termasuk mediator pendiri Nahdlatul Ulama. Beliau juga yang merestui kepada Presiden Soeharto bahwa Pancasila sebagai dasar dan ideology Negara,” sambung Ibnu Hali.

Ia menegaskan dirinya sebagai santri KHR As’ad wajib menjalankan Pancasila yang sudah direstui sebagai idelogi Negara.

Pancasila melalui perdebatan panjang. Sebagai bangsa kita harus memiliki ideologi. “Akan mudah hancur Negara ini, jika tidak memiliki ideologi,” kata Ibnu Halil

Jumlah penduduk Indonesia 278 juta lebih yang tersebar di 34 Provinsi. Dari sabang sampai merauke dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu dan 1.340 suku dengan 718 bahasa daerah.

“Begitu luas Indonesia ini. Kalok kita tidak bisa menyatukan akan memudahkan kita beach belah. Tapi kita disatukan oleh Pancasila,” kata Ibnu Halil menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here