Mutasi Kepala Sekolah SMP Lombok Tengah Dinilai Asal-Asalan

Foto : Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat melantik Kepala Sekolah SMP Lombok Tengah (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Tokoh Pemuda Lombok Tengah Bahaidin Ahmad menilai mutasi Kepala Sekolah (Kapsek) SMP yang dilaksanakan Pemkab Lombok Tengah asal-asalan

Menurutnya, mutasi Kepsek SMP yang dilakukan Pemkab Loteng jauh dari komitmen untuk memajukan pendidikan dan mencetak SDM Unggul di Bumi Tastura.

“Terlihat dari pengangkatan Kapsek yang terkesan asal-asalan tanpa pernah melakukan penilaian atas kompetensi calon Kepsek yang dilantik.

Padahal, kata Obok sapaan akrabnya Pemkab sudah berkomitmen untuk mengangkat Kapsek dari guru penggerak.

Seperti diketahui, program pusat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang dimulai sejak 2020 lalu tentang pengangkatan Kepsek harus merupakan guru penggerak tidak dijalankan oleh Pemkab Loteng.

“Faktanya, mutasi yang dilaksanakan malah Kapsek yang sudah memiliki NUKS dinonjobkan dan mengangkat Kapsek yang belum memiliki NUKS dan tidak bersertifikat guru penggerak. Bahkan, terindikasi ada guru yang tidak jelas prestasi dan kualifikasinya diangkat menjadi Kapsek,” beber Obok

Kondisi tersebut, tentu akan membuat pendidikan Lombok Tengah semakin miris, seolah – olah Disdik membuat kegaduhan, karena tidak ada gunanya guru yang sudah ikut pelatihan dan memiliki NUKS serta sertifikat guru penggerak tidak difungsikan.

“Hal itu akan menjadikan pendidikan Lombok Tengah semakin tidak bermutu. Apalagi IPM Lombok Tengah pada 2021 masih pada urutan ketujuh dari 10 kabupaten/kota yang ada di NTB,” Kata Obok

Berdasarkan data Badan Pusat Stastik Provinsi NTB, mantan Ketua PKC PMII Bali Nusra menilai pergerakan Indeks Prestasi Manusia (IPM) Lombok Tengah stagnan

“Sejak tahun 2019 hanya mendapat nilai 66,36 dan 2020 66,43 pada 2021 hanya 66,72. Pergerakannya sedikit sekali, itu sama saja stagnan dan tidak terjadi pergerseran,” tuturnya

Pihaknya meminta kepada Disdik Lombok Tengah, harus segera berbenah dan bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi di dunia pendidikan saat ini

“Jangan sampai peserta didik atau generasi masa depan penerus Lombok Tengah jadi berantakkan, karena ketidak mampuan dan ketidak jelasan sistem yang ada di Disdik Lombok Tengah,” tegas Obok (Zan)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here