Lalu Suhaimi Ismy Ajak IGRA Kota dan Kab Bima Membumikan Pancasila

Foto : Anggota DPD Dapil NTB H Lalu Suhaimi Ismy saat silaturahmi dan sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di RA Al Muchtadin Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Rabu 8 Juni 2022

Bima, MetroNTB.com – Anggota DPD Dapil NTB H Lalu Suhaimi Ismy mengajak guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) kota Bima dan Kabupaten Bima membukan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila sebagai cara pandang bangsa Indonesia harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita,” ajaknya saat silaturahmi dan sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di RA Al Muchtadin Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Rabu 8 Juni 2022

Lalu Suhaimi menerangkan bahwa setiap segi dalam kehidupan sebagai warga negara Indonesia wajib diisi dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila

“Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dapat dimaknai sebagai bentuk kristalisasi pengalaman hidup dalam sejarah bangsa Indonesia yang telah membentuk sikap, watak, perilaku, tata nilai norma dan etika.

Sejak awal pada masa perumusan Pancasila oleh pendiri bangsa telah tercermin nilai-nilai luhur dari bangsa ini, rasa bertanggung jawab, saling menghormati, rasa keberterimaan yang sangat indah diantara Founding Fathers bangsa ketika menyusun Pancasila.

“Masih kita ingat dalam sejarah Bangsa ini ketika penyusunan naskah UUD 1945, sebelumnya para Founding Fathers negara ini bersepakat menghapus 7 kata dalam Piagam Jakarta,” tutur Senator dua periode ini.

Foto : Anggota DPD Dapil NTB H Lalu Suhaimi Ismy saat silaturahmi dan sosialisasi 4 Pilar MPR RI, di RA Al Muchtadin Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Rabu 8 Juni 2022

Tokoh Islam mau bekompromi  dengan tokoh nasionalis pada saat itu, lanjutnya untuk penghapusan 7 kata dalam Piagam Jakarta. Sikap tersebut telah menunjukkan bahwa tenggang rasa merupakan salah satu bentuk cinta terhadap NKRI.

“Sikap yang diambil oleh para pendiri Bangsa ini harus menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari kita. Salah satunya, harus mengutumakan kepentingan bersama terlebih untuk kepntingan Bangsa dan Negara,” ulas Lalu Suhaimi

“Kita harus mengenyampingkan ego-ego sektoral yang kita milki untuk kepentingan Bangsa dan Negara. Ini semua untuk kehidupan yang aman, tentram, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambungnya

Dikatakan, semua mengetahui dan memahami bahwa bulan Juni ini Pancasila dilahirkan. Bung Karno tanggal 1 Juni 1945 menyampaikan pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan lahirnya Pancasila.

“Bertepatan dengan itu, maka Bulan Juni harus menjadi momentum bersama dalam meningkatkan pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita,” imbuhnya

“Sebagai para pendidik Raudhatul Athfal, bapak Ibu guru berkesempatan besar dalam membangun karakter penerus estafet kepemimpinan negara ini,” tandasnya

Lalu Suhaimi meminta para guru RA untuk menanam sejak dini rasa patuh terhadap UUD 1945 dan cinta NKRI. Bagaimna caranya? tentu yang pertama dengan memberi contoh kepada mereka.

Bimbing anak-anak didik kita untuk menjaga akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari,” katanya menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here