Kemenkominfo Bagikan STB Gratis, Ini Kriterianya

Foto : Pembagian STB kepada warga oleh LPS - Pembagian STB kepada warga Ario Kemuning Palembang oleh salah satu LPS Penyelenggara MUX, Trans TV, 24 Februari 2022. Tim Komunikasi dan Edukasi Publik Migrasi TV Digital/Wienda Parwitasari

Mataram, MetroNTB.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan membagikan Set Top Box (STB) gratis Rumah Tangga Miskin (RTM).

Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ismail, memastikan 6,7 juta Set Top Box (STB) yang disediakan oleh penyelenggara Multiplexing (Mux) dan Kemenkominfo, akan didistribusikan by name by adress hanya untuk keluarga miskin sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Set Top Box dibagikan hanya kepada masyarakat miskin,” ujarnya saat Web Seminar (Webinar) Sosialisasi Program Bantuan STB Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kemenkominfo dan dinas terkait provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, Jumat 17 Juni 2022.

“Bagi masyarakat bukan miskin yang tidak masuk kriteria akan membeli sendiri perangkat set top box-nya, agar tetap bisa dapatkan siaran TV Digital,” tegas Ismail.

Ia menjelaskan, dalam penentuan masyarakat calon penerima STB gratis diperlukan data yang terverifikasi dan valid, sehingga distribusi bantuan STB tidak salah sasaran.

“Arahan Bapak Presiden dalam ratas (rapat terbatas, red) terakhir yang diikuti bapak-bapak menteri, kita diminta untuk melakukan verifikasi dan data yang aktual up to date. Dari pemerintah daerah khususnya pemerintahan desa, kabupaten/kota,” kata Ismail.

“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak berhak yang menerima bantuan STB ini,” sambungnya

Ismail memaparkan dari hasil survei yang dilakukan Kemkominfo diperoleh data perkiraan jumlah rumah tangga yang memiliki TV Analog sebanyak 56,9 juta.

“Yang memiliki TV Digital berjumlah 1,46 juta dan yang menonton siaran TV analog melalui free to air  atau siaran gratis (FTA) 28,8 juta,” paparnya

Sedangkan, lanjut Ismail jumlah rumah tangga yang harus membeli perangkat STB atau TV digital mandiri sekitar 22 juta rumah tangga.

“Dari 28,8 juta rumah tangga tersebut terdapat 6,7 juta rumah tangga miskin, terdampak ASO yang masuk dalam DTKS Kemensos,” ulasnya

Adapun kriteria masyarakat yang akan menerima bantuan STB gratis untuk dapat menerima siaran TV Digital, pertama, masyarakat yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin (RTM).

Kedua, memiliki pesawat TV analog dan menikmati siaran TV melalui teresterial (antena biasa/UHF-VHF).

“Kalau ada keluarga miskin yang tidak punya TV analog, maka mereka tidak diberikan bantuan STB gratis,” tegasnya

Kriteria ketiga yaitu lokasi rumah tangga tersebut berada dalam lokasi siaran TV Digital dan terakhir adalah bersedia menerima dan memanfaatkan bantuan STB gratis,” terang Ismail.

Pemberian bantuan STB gratis untuk RTM di area ASO, diberikan satu unit STB untuk satu RTM.

Sementara, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Yushanto Huntoyungo mengatakan semakin dekatnya batas akhir Analog Switch Off (ASO) menjadi siaran digital, dalam rapat terbatas (ratas) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan, bahwa sumber data penerima bantuan STB bersumber dari desa.

“Sumber data untuk bisa mengetahui siapa saja yang menjadi penerima set top box, yang akan diberikan negara kepada keluarga miskin itu bersumber dari desa,” ujarnya.

Yushanto berharap data keluarga miskin yang telah tervalidasi, sesuai syarat-syarat penduduk miskin calon penerima bantuan STB gratis di 341 kabupaten/kota se-Indonesia, dapat diterima Kemenkominfo pada akhir Juni 2022.

“Selanjutnya akan didistribusikan set top box kepada keluarga miskin tersebut,” ucapnya.

Data masyarakat miskin se-Indonesia berdasarkan Data Terpadu Kesejehteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos), untuk Program Keluarga Harapan (PKH) terdapat 6.737.971 9 RTM di area terdampak ASO.

“Berdasarkan data ini, awal Juli kita mendapatkan data yang permanen untuk keluarga miskin yang memenuhi kriteria, yaitu rumah tangga miskin yang berbasis pada DTKS,” kata Yushanto menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here