Kades Bakan Dilaporkan atas Dugaan Penyalahgunaan APBDes Tahun 2021

Foto : Masyarakat desa Bakan, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah melaporkan atas dugaan penyalahgunaan APBDes tahun 2021 ke Kejaksaan Negeri Praya (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Masyarakat desa Bakan, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah melaporkan atas dugaan penyalahgunaan  APBDes tahun 2021 ke Kejaksaan Negeri Praya.

Salah satu perwakilan warga Matnan mengatakan, masyarakat sangat membutuhkan keadilan, transparansi di desa, sehingga melihat APBDes yang dinilai amburadul

“Sehingga dengan cara melapor ke Kejaksaan mungkin persoalan ini akan tuntas,” katanya kepada Metrontb.com

Matnan menerangkan adapun laporan yang dilayangkan ke Kejaksaan saat ini, ialah terkait dengan penyalahgunaan APBDes tahun 2021 yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Bakan.

Menurutnya, APBDes tahun anggaran 2021 diduga banyak yang tidak diselesaikan, sehingga ada indikasi Kepala Desa akan melaksanakan kegiatan tersebut menggunakan APBDes tahun 2022 saat ini.

“Dugaan sementara penyalahagunaan APBDes tahun 2021 sekitar Rp. 980.000.000,”

Sebelum melapor ke Kejaksaan, masyarakat pernah melakukan hearing dua kali, bahkan kemarin sempat demo besar – besaran di Kantor Desa

“Ini merupakan buntut dari kekecewaan masyarakat, karena sudah ada upaya baik – baik namun tidak direspon,” tutur Matnan

Ia membeberkan beberapa persoalan yang belum diselesaikan oleh kepala desa pada tahun 2021, diantaranya adalah honor Kepala Dusun.

“Dia (Kepala Desa ) juga sudah menandatangi surat pernyataan, jika persoalan ini tidak bisa diselesaikan, maka dia siap menerima konsekuensi hokum,” cetusnya

Matnan berharap kepada APH, supaya laporan segera ditangani oleh Kejaksaan dan laporan siap dikawal sampai tuntas.

“Ini masalah yang krusial dan masayarakat ingin persoalan ini tuntas. Jami sangat percaya sama penegak hukum terlebih ini kejaksaan tempat masyarakat mengadu,” katanya menambahkan (Zan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here