Dr Zul dan MXGP Samota

Komisi Informasi NTB, Suaeb Qury
Foto : Ketua Komisi Informasi NTB, Suaeb Qury (MetroNTB/Ist)

Penulis : Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB, Suaeb Qury

Opini, MetroNTB.com – Sudah berjalan empat tahun kepemimpinan sang Doktor sebagai Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Banyak juga menuia kritik dan sanjungan atas kepemimpinan Dr. Zul, itulah indahnya cara memimpin rakyat NTB yang lebih kurang 5 juta penduduk. Lika-liku dan terobosan serta inovasi  menjadi pemimpin adalah kunci kesukses yang dimulai dengan langkah pertama membangun keyakinan untuk memajukan daerah yang bernama Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sudah cukup banyak perhelatan dan event yang berskala nasional dan internasional (NTB) dibawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertekad mewujudkan ‘NTB Gemilang’.

Untuk mewujudkan misi ini Gubernur dan Wakil Gubernur provinsi NTB, telah menetapkan visi pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2023. Walaupun satu sisi dan  banyaknya masyarakat atau publik bertanya tentang MXGP dengan visi dan misi NTB gemilang. Dan dengan cukup sederhana Gubernur  imemberikan penjelasan dalam narasi yang luar biasa.

Dan narasi pertanyaan publik itu ” Untuk apa MXGP di adakan? Rakyat kecil kita, UKM, petani dan nelayan dapat apa? Kok Pemda jadi seperti EO. Dengan cantik dan rasional Gubernur NTB (Bang Zul) memberikan penjelasan yakni; bahwa dengan adanya  event internasional seperti MotoGP dan MXGP ini banyak sekali manfaatnya  diantaranya:

Pertama, Event Internasional seperti MotoGP dan MXGP serta WSBK World Superbike itu syaratnya banyak dan ketat.kedua. Bandara harus bagus, pelabuhan hrs kelas internasional, rumah sakit dll hrs standar internasional.

Ini nggak bisa di tawar-tawar. Artinya kami pemda dan pemerintah pusat harus memastikan ada perbaikan dan perubahan di bandara kita, di pelabuhan2 kita dan rumah sakit kita. Kalau bandara, pelabuhan, dan rumah sakit kita di perbaiki maka yg memperoleh manfaatnya ya kita semua. Termasuk di dalamnya petani, nelayan, pengusaha dll. Kita semua lah.

Ketiga, Event internasional membutuhkan Pelayanan Listrik dan Telekomunikasi yg kompleks. Karena ini menyangkut nama baik bangsa kita. Maka PLN dan Telkom pasti masuk utk memastikan listrik chkup dan tidak mati.

Demikian juga fasilitas ICT dari telkom. Upload berita dan gambar jadi lebih cepat sesuai kebutuhan internasional. Sistem produksi tv nasional dan internasional menyebabkan listrik dan fasiliitas ICT harus kelas satu. Kalau PLN dan Telkom sdh bagus service dan fasilitasnya maka yg merasakan dampak positif nya ya kita semua juga.

Keempat. Dengan adanya event Intersional maka pengunjung2 akan lebih banyak datang ke tempat kita. Bayangkan saja kakau yg datang 100 ribu orang. Mereka akan butuh makan, minum, hiburan, tempat tinggal, alat trasportasi dan banyak lagi yg lain. Yg di untungkan ya petani, nelayan dan kita semua juga.

Kelima. Dengan adanya international event sistem produksi dan ekonomi otomatis bergerak. Ada demand terhadap penerbangan, hotel, travel agencies, restauran dan banya lagi yg lainnya. Yang merasakan ya kita semua juga.

Keenam.Dengan adanya international event kita di paksa utk berinteraksi dgn keragaman  dan banyak hal-hal baru. Kita dgn sendirinya akan belajar dan berubah.Ketuju. Event Internasional biasanya rutin bertahun2. Ini bisa memancing kepastian bisnis dan investasi di daerah kita. Semakin banyak bisnis dan investasi maka akan banyak lapangan kerja baru yg terbuka. Adanya lapangan kerja baru maka pengangguran bisa di tekan dan kemiskinan bisa di kurangi.

Kedelapan. Banyak lagi yg lain2 🙂 Jadi kita di NTB ini memang perlu event2 skala internasional ini untuk mengakselerasi pembangunan dan memaksa perubahan. Tentu apa yang disampaikan oleh Gubernur NTB,tentu berdasarkan pada Visi dalam RPJMD tersebut dan tertuang dalam enam misi pembangunan yakni; Pertama penguatan mitigasi bencana dan pengembangan infrastruktur dan konektivitas wilayah. Kedua, transformasi birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dari KKN dan berdedikasi.

Ketiga, penguatan kualitas sumber daya daerah sebagai pondasi daya saing daerah. Keempat, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Kelima, penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif bertumpu pada pertanian, pariwisata, dan industrialisasi. Keenam, masyarakat madani yang beriman, berkarakter, dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Hal tersebut mendorong sejumlah Pimpinan OPD beserta seluruh jajarannya untuk terus menggelorakan program NTB Gemilang pada masyarakat.  Kepemimpinan bang Zul-Rohmi adalah kepemimpinan yang dinamis dan terbuka. Hal ini menjadi sangat penting di era kolaborasi dan inovasi, di mana pimpinan-pimpinan daerah harus mampu melakukan kerja sama dengan stakeholders dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di NTB.

Sekarang NTB telah menempuh satu jalan panjang pembangunan yang ke 63 tahun merawat harapan dan menjawab tantangan. Untuk kedepannya, maka seterusnya NTB  akan masih terus melangkah menyelesaikan  agenda-agenda besar pembangunan yang belum terealisasi.

Lantas, kenapa kita pesimis dengan MXGP SAMOTA Sumbawa. Kita seharusnya optimis bukan pesimis. Dan bukankah, dalam teori Pembangunan Ekonomi Klasik disebut “Investasi Development and Economic Multiple Effect” (Baca: teori klasik Adam Smith). Dalam teori repelita (Baca: Strategi Soeharto bangun Indonesia) namanya: “Rencana Pembangunan Lima Tahun” berjangka menengah. Sebagai Gubernur, Bang Zulkieflimansyah itu belum lima tahun memimpin, tetapi mercusuar pembangunan dilakukan sangat Multi Effect. Soal masa depan sirkuit, bisa berdebat. Tetapi jangan menapikan fakta dan realitas.

#ntbgemilang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here