Budidaya Pohon Kapuk, Pemdes Lantan Gandeng Yayasan Flocus Netherlands Belanda

Foto : Pemerintah Desa (Pemdes) Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), menjalin kerjasama dengan Yayasan Flocus Netherlands Belanda yang ada di Indonesia, dalam bidang budidaya pohon randu (Kapuk)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), menjalin kerjasama dengan Yayasan Flocus Netherlands Belanda yang ada di Indonesia, dalam bidang budidaya pohon randu (Kapuk)

Penanaman bibit pohon randu di Desa Lantan direncakan akan dimulai pada bulan Juli mendatang. Dengan luas lahan yang akan di sediakan oleh masyarakat seluas 2000 hektare (HA).

“Rencana Insya Allah akan kita mulai pada bulan Juli ini, kita akan sosialisasi. Untuk target penanaman pada bulan Desember nanti,” Kata Kepala Desa Lantan Erwandi

Ia menjelaskan untuk target penanaman pertama pada bulan Desember mendatang sebanyak 200.000 bibit pohon.

“Dengan jumlah bibit yang begitu banyak, maka sistem penanamannya akan secara bertahap dan berangsur sampai dengan target pembudidayaan yang sudah ditentukan,” terangnya

Saat ini, lanjut Erwandi jumlah pohon randu yang ada di desa Lantan sebanyak 1.300 pohon. Dari hasil dari pohon tersebut, rencananya akan di panen pada bulan September mendatang.

“Dari hasil panen ini, Yayasan Flocus siap mengambil sebanyak – banyaknya kapuk dari masyarakat,” katanya

 

Pohon yang dapat tumbuh sampai 70 meter ini dapat diandalkan sebagai penahan tanah dari erosi, sehingga dapat turut mencegah banjir dan tanah longsor

“Pohon yang memiliki tiga meter diameternya ini, akan diinpor ke luar Negri untuk dijadikan sebagai bahan baku penyerap minyak, isolator panas, peredam suara, perban pembalut luka dan pengisi produk interior seperti kursi, kasur, bantal dan kerajinan tekstil lainnya,” jelas Erwandi

Pihaknya berharap, dengan adanya kerja sama dengan Yayasan Flocus ini, bisa mendapat dukungan dari semua pihak. Baik itu pemerintah Daerah (Pemda) maupun Provinsi.

Menurutnya, kerjasama ini akan terus berlanjut, sehingga ini akan membawa para petani kapuk menuju kesejahteraan

“Program ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menjaga wilayah utara supaya tetap terjaga asri. Oleh karena itu, infastruktur menuju kebun petani perlu mendapatkan perhatian dari Pemda,” tandasnya

“Harapan saya, kita mendapat dukungan dari semua pihak. Terutama Pemda dan Pemprov. Kerjasama ini berkelanjutan dan akan menghasilkan kesejahtraan bagi para petani,” imbuhnya (Zan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here