Lamban Tangani Kasus Dugaan Korupsi RSUD Praya, Kejari Loteng Dapat Hadiah BH dan CD Dari Logis

Foto : Sebagai bentuk kekecewaan terhaap kinerja Kejari Loteng, Direktur Lombok Global Institute (LOGIS) NTB M Fihiruddin mendatangi Kejari Loteng dengan aksi teaterikal orang sakit sembari membawa paket berisi satu set pakaian dalam wanita (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) dinilai lambat kasus dugaan korupsi anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada RSUD Praya.

Sebagai bentuk kekecewaan terhaap kinerja Kejari Loteng, Direktur Lombok Global Institute (LOGIS) NTB M Fihiruddin mendatangi Kejari Loteng dengan aksi teaterikal orang sakit sembari membawa paket berisi satu set pakaian dalam wanita. Seperti BH (kutang Sasak, Red) dan celana dalam (Cawet Sasak, Red).

Teatrikal tersebut sebagai pesan untuk mengingatkan dan memberikan sindiran atas lambannya menangani kasus tersebut.

“Ini sebagai bentuk sindiran kepada Kajari Lombok Tengah yang dinilai takut mengungkap kasus BLUD. Mereka beraninya sama kepala desa saja,” kata Fihir di depan kantor Kejari Loteng, Jumat (08/04/2022).

Menurutnya, kasus sebenarnya sudah sangat jelas. Sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Kejari beberapa waktu lalu, Dirut RSUD Praya dengan gamblang membeberkan kemana aliran dana diserahkan.

Bahkan, lanjutnya jika melihat perkembangan saat itu, penasehat hukumnya begitu bangganya bersuara di berbagai media.

“Sampai-sampai urusan honor dan kupon bensin yang diberikan kepada para Dewan Pengawas (Dewas) selama ini, juga disebut dengan sangat terperinci,” tutur Fihir

Tak sampai disitu, kata dia dulunya pernah disebutkan jika Dirut RSUD Praya memiliki buku hitam, yang berisikan daftar nama-nama pejabat yang menerima aliran dana BLUD.

“Tapi anehnya, sampai saat ini orang-orang tersebut belum jelas apakah sudah diperiksa atau tidak oleh Kejari. Siapapun yang diduga terlibat dalam kasus ini, baik bupati, wakil bupati, Sekda, mantan bupati, saya minta kejaksaan menunjukkan taringnya, menunjukkan keperkasaannya. Jangan kejaksaan hanya berani menangkap kepala desa saja,” pintanya

Fihir menegaskan, kasus ini tidak cukup menjadikan seorang Direktur sebagai korban. Ia menduga banyak pihak lain yang memiliki kuasa di Loteng juga terlibat.

“Itulah PR Kejari untuk dibuktikan. Terlebih, peran Dewas BLUD RSUD Praya sangat memiliki fungsi yang vital dalam pengelolaan anggaran BLUD,” tandasnya

“Dewan Pengawas BLUD RSUD Praya dan lainnya juga harus ikut bertanggung jawab. Jika tidak, buat apa ada jabatan dewan pengawas pada sebuah instansi,” tanya Fihir.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai para pihak yang terlibat di dalamnya dijebloskan ke tahanan.

“Mau apapun jabatannya, kalau bersalah libas saja,” tegasnya

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Loteng Kasi Intel Kejari Loteng AA Agung Kusuma Putra yang menerima aksi teatrikal dan hadiah dari LOGIS NTB tersebut enggan berkomentar.

Dihadapan wartawan usai aksi, Agung langsung bergegas meninggalkan kerumunan wartawan yang ingin mewawancarainya.

“Tidak ada tanggapan,” jawabnya singkat sembari meninggalkan awak media (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here