Indonesia-Australia Petakan Kemitraan Komersial Bidang Wisata Medis Fokus di Bali

Foto Ilustrasi : Melalui payung Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia, Katalis mendanai sebuah studi baru untuk memetakan peluang kemitraan komersial Australia dan Indonesia di sektor wisata medis, dengan fokus pada Bali

Jakarta, MetroNTB.com – Melalui payung Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia, Katalis mendanai sebuah studi baru untuk memetakan peluang kemitraan komersial Australia dan Indonesia di sektor wisata medis, dengan fokus pada Bali.

Konsul-Jenderal Australia Anthea Griffin melalui keterangan tertulis yang diterima mengatakan studi yang dimulai April 2022 dan akan berlangsung selama beberapa bulan akan menyediakan analisis komprehensif tentang kebutuhan mendesak dan spesifik industri wisata medis Indonesia.

Selain itu, untuk menggali potensi kemitraan komersial dengan penyedia layanan kesehatan dan pendidikan serta keterampilan Australia dalam hal peningkatan kualitas layanan kesehatan dan sumber daya manusia, sebagai bagian dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia.

“Industri wisata medis, yang mencakup tindakan dan prosedur pencegahan, operasi, dan pascaoperasi, menyediakan peluang kerjasama antara pelaku industri di Indonesia dengan penyedia layanan dan pendidikan kesehatan berkualitas di Australia, untuk memperluas jenis penawaran dan jaringan antarinstitusi,” tuturnya

Dikatakan, dengan keunggulan dalam hal layanan kesehatan dan pendidikan serta keterampilan kelas dunia, dan memanfaatkan akses kemitraan yang tersedia dalam IA-CEPA, Australia siap mendukung upaya Indonesia merevitalisasi layanan kesehatan dan mendiversifikasi ekonomi melalui sektor wisata medis.

“Bali merupakan pilihan tepat dan dapat menjadi pintu masuk untuk menggali pasar dan tren lebih lanjut dalam sektor ini,” kata Anthea

“Secara khusus, studi tersebut akan mengidentifikasi kolaborasi peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia di bidang wisata medis, yang didominasi pekerja perempuan,” sambungnya

Direktur Program Kerjasama Ekonomi Katalis, Paul Bartlett menambahkan peningkatan investasi di sektor ini juga diharapkan akan menciptakan banyak pekerjaan baru, dan memperluas kesempatan bagi perempuan dan mereka yang mengalami disabilitas serta berasal dari kelompok minoritas.

Menurutnya, peningkatan keterampilan dan kompetensi di sektor kesehatan akan menguntungkan pasien dan penyedia layanan kesehatan.

“Kami siap bekerja sama dengan industri terkait untuk secara spesifik mengidentifikasi kebutuhan yang ada dan untuk menyediakan pelatihan terfokus, pertukaran keterampilan, dan hubungan produktif antara para penyedia layanan kesehatan dan pendidikan di Indonesia dan Australia,” tegas Paul (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here