Bupati Loteng Serahkan 139 SK Kepada Petugas PMKS dan PSKS

Foto : Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri menyerahkan 139 Surat Keputusan (SK) kepada petugas pendata data penyandang masalah kesejehteraan sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejehteraan Sosial (PSKS)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri menyerahkan 139 Surat Keputusan (SK) kepada petugas pendata data Penyandang Masalah Kesejehteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejehteraan Sosial (PSKS )

“Tugas petugas pendata data penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) pada Dinas Sosial tidaklah berat,” ujar Pathul

“Namun demikian, jangan sampai tugas yang dinilai ringan itu justru tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh, sebab hal ini menyangkut hak – hak anak-anak yatim-piatu dan orang tua jompo untuk mendapat kehidupan yang layak,” katanya mengingatkan

Menurut politisi Gerindra menjelaskan ada tiga tugas pokok dari Petugas PMKS dan PSKS yaitu, melakukan pendataan terhadap data pribadi anak yatim-piatu, melakukan pendataan terhadap jumlah orang tua Jompo dan mendata warga yang meninggal.

“Usia untuk anak yatim-piatu yang masuk dalam data yaitu 15 tahun ke bawah, kemudian jika ada orang tuanya yang meninggal silahkan didata berapa anak yang ditinggalkan dan jumlah orang tua jompo kita. Data ini harus akurat, oleh sebab itu saya minta turun ke lapangan jangan hanya mendata dari rumah atau,” tutur Pathul

Ia mengakui data jumlah anak yatim-piatu dan orang tua JOMPO ini, selama ini belum akurat, akibatnya banyak anak yatim piatu yang tidak mendapat bagian santunan dari pemerintah daerah

“Dengan adanya petugas ini, kedepan diharapkan mendata dengan akurat,” tandasnya

Pathul menerangkan yayasan anak yatim saat ini sudah terbentuk, ketuanya lansung Bupati, sehingga siapapun yang akan jadi Bupati nantinya yayasan ini tetap ada.

“Yayasan ini akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait data dan pengelolaan anak anak yatim-piatu. Misalkan saya berhenti jadi Bupati, Yayasan ini tetap ada sebab di akta notarisnya adalah Bupati selaku Ketua,” cetusnya

Pathul menilai, semua kesuksesan yang diraih berkat selalu mengasihi dan menyayangi anak yatim setiap tanggal 10 Muharam

“Sejak belum jadi apa – apa, saya sudah ikrarkan diri untuk selalu menyayangi anak anak Yatim – piatu, saya ingat sebelum jadi DPRD saya jual kalung dan cincin istri saya untuk santuni anak Yatim. Alhamdulillah berkat doa mereka saya belum pernah gagal meraih harapan yang saya inginkan,” ungkap Pathul

Ia mengajak kepada semua petugas untuk ikhlaskan diri mengabdi kepada Allah dan Rasulnya dengan cara memelihara dan menyantuni mereka

“Seperti kata Rasulullah, anak yatim-piatu seperti dua jariku yang tidak pernah berpisah, doa doanya sangat diijabah oleh Allah, maka jika ingin sukses maka sayangi anak yatim. Karena itu saya meminta kepada petugas untuk ikhlas bekerja demi anak Yatim-piatu itu,” imbuhnya

Pemerintah daerah saat ini perkembangan pembangunan di Kabupaten Lombok Tengah tidak lepas dari doa anak-anak yatim-piatu

“Kalau saja kita bayangkan bagaimana hati dan perasaannya ditinggalkan orang tuanya di tengah kemiskinan, dan merasakan bagaimana orang orang tua jompo kita, mungkin kita tidak akan sanggup melihatnya. Karena itu, Allah telah menjanjikan surga bagi pengasih dan penyayang anak yatim-piatu,” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah Muliardi Yunus mengatakan, honor petugas pendata memang tidak besar hanya Rp 350 ribu perbulan yang bersumber dari APBD.

Kedepan jika PAD dan atau APBD Kabupaten Lombok Tengah besar maka bisa dinaikkan, namun sebelum itu dia meminta agar petugas bekerja dengan maksimal

“Insyaallah, nanti petugas ini akan kita upayakan honorariumnya juga dari APBN seperti halnya Tagana sehingga honor mereka dari APBN dan APBD,” katanya menambahkan (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here