Selak Baruk Jari

Foto : Ketua ISNU Lombok Tengah, Lalu Faqih Saiful Hadie (MetroNTB/Ist)

Penulis : Ketua ISNU Lombok Tengah, Lalu Faqih Saiful Hadie

“Selak Baruk Jari” adalah terminologi dan analogi ‘Sasak Lebung’ untuk orang-orang yang hidupnya terpolarisasi pada situasi atau pengalaman yang baru, sehingga kebaruan tersebut sangat mempengaruhi baik pemikiran, perspektif, tutur kata maupun perilaku mereka.

“Selak”adalah manusia yang jiwa raganya mengalami metamorfosis menjadi makhluk horor oleh sebab pengaruh ilmu hitam tertentu yg dimilikinya.

Uniknya, ketika seseorang baru sadar telah menjadi selak, biasanya akan mengalami ‘superior complex’ yang hebat. Nafsu ‘show of force’ nya akan melonjak tinggi  melibihi birahi hewan di musim kawin. Mereka tdk akan peduli lagi terhadap ruang dan waktu, sehingga mereka sering pula menyalahi adat kebiasaan ‘selak-selak’ senior yang biasanya menebar horor di malam hari dan di tempat-tempat sepi semisal kuburan.

“Selak baruk jari” yang terpolarisasi pada gaya dan sensasi hidup baru ini sekarang banyak gentayangan di media sosial. Komunitas ini, lantaran kejahilannya percaya bahwa keyakinan dan ketaatan itu adalah sesuatu yang penting untuk dipamerkan. Bila perlu dipaksakan kepada orang lain walau dengan cara-cara yang bathil sekalipun.

Hehe, maka janganlah heran jika anda melihat orang-orang yang kemaren bajingan, pelacur, rampok dan lain-lain itu, hari ini tiba-tiba jadi getol menulis atau keseringan ngopas mutiara-mutiara hadits dan nasehat-nasehat hidup dengan ‘balaghah’ yg indah-indah. Kesannya jd ‘innocent’ banget ya ? Hehe..

Selain itu ada juga pameran ketaatan dengan gaya yang agak samar. Kalau di medsos, biasanya nulisnya kayak begini:

“Berdosa sekali rasanya ya kalau ngelewatin tahajud, padahal cuma semalem”.

“Makasi Ya Allaaah, malam ini Kau bangunin aku tahajjud”.

“Ya Allaaah Kau benar, shodaqoh ternyata memang bikin tenang…”,

“Alhamdulillaaah, walau agak berat akhirnya berhasil juga ngafal satu juz” dan konten-konten bernafas ketaatan yang lain sebagainya.

Tapi apapun kontennya, yg jelas bagi saya “selak-selak baruk jari ” ini selalu mengundang suatu perasaan, dan saya ingin mengungkapkannya dalam bahasa Jerman kocak : “Ich Syebel Dech” hehehe. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here