Tahun 2022, Unram Percepat Penyerapan Anggaran

Foto : Universitas Mataram (Unram) melaksanakan rapat evaluasi dan rapat kinerja tahunan (RKT) di Raja Hotel Kuta Mandalika selama tiga hari sejak 19 Januari-21 Januari 2022 (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Universitas Mataram (Unram) melaksanakan rapat evaluasi dan rapat kinerja tahunan (RKT) di Raja Hotel Kuta Mandalika selama tiga hari sejak 19 Januari-21 Januari 2022.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan Unram seperti Rektor, Ketua Senat, Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Kepala Biro, Ketua Program Studi di Bawah Rekor dan Kepala UPT. Turut hadir Kepala Kanwil Direktorat Jendral Pembendaharaan (DJPB) Provinsi NTB, Sudarmanto.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof Kurniawan dalam penyampaian hasil realisasi tahun 2021 mengatakan bahwa realisasi anggaran pada tahun 2021 mencapai 92,52%.

“Persentase ini meningkat tipis dari tahun sebelumnya yakni 92,41%,” ungkapnya

Ia menjelaskan realisasi terbesar pada tahun 2021, pertama ada Rumah Sakit Pendidikan Unram, kemudian Pascasarjana, dan Fakultas Peternakan

Prof Kurniawan mengungkapkan beberapa kendala yang menyebabkan terhambatnya penyerapan anggaran tahun 2021, diantaranya pemblokiran anggaran pada awal tahun, terjadi perubahan aplikasi yang digunakan, revisi terhadap KSO dan KRO, program kegiatan yang direvisi fakultas dan unit, serta banyaknya kegiatan yang teralihkan akibat covid.

“Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak menyerap anggaran lebih cepat dari pada tahun sebelumnya,” tegas guru besar hukum ini

Prof Kurniawan menambahkan, untuk tahun 2022 sedang dilakukan langkah untuk mempercepat proses penyerapan anggaran. Hal yang dilakukan antara lain dengan melakukan evaluasi anggaran berkala setiap bulannya mengenai progres dan kendala yang dihadapi.

Sementara, Rektor Unram Prof Lalu Husni menyebutkan pada periode ini Unram sedang mengusahakan standarisasi internasional.

“Sudah banyak capaian yang mengarah kesana dan yang sedang diupayakan ialah untuk mendapat akreditasi internasional,” katanya

“Saat ini sedang diusahakan ada 10 prodi yang dipersiapkan untuk semaksimal mungkin dapat terakreditasi internasional” kata Prof Husni menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here