Kaleidoskop OJK Provinsi NTB 2021

Foto : Foto : Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI di Kantor OJK Provinsi NTB (MetroNTB/Dok OJK NTB)

Satu Dasawarsa OJK Mengabdi Untuk Negeri

Mataram, MetroNTB.com – Otoritas Jasa Keuangan mengarungi satu  dasawarsa atau 10 tahun pengabdian di tengah badai Covid-19 yang membawa dampak negatif terhadap perekonomian negara.

Namun demikian, berbagai upaya dan kebijakan OJK bersama stakeholders berhasil menjaga sistem keuangan tetap stabil dan tumbuh secara berkelanjutan, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Mengacu pada data kinerja Industri Jasa Keuangan pada posisi November 2021, pertumbuhan kredit perbankan NTB tumbuh 6,33% (yoy) menjadi Rp55,48 triliun, tumbuh di atas rata-rata nasional sebesar 4,73% (yoy).

Rasio kredit bermasalah atau NPL sebesar 1,78%, lebih baik dari angka nasional sebesar 3,29%. Adapun aset dan dana pihak ketiga tumbuh positif masing-masing sebesar 6% dan 8% menjadi Rp64,5 triliun dan Rp37,75 triliun, yang menunjukkan perbankan di NTB dapat tetap tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian.

Selain itu penguatan kelembagaan BPR terus dilakukan, diantaranya terlihat dari lahirnya 1 BPR hasil merger dan 1 BPR hasil konsolidasi.

Di sektor keuangan non-bank, perusahaan pembiayaan merasakan dampak pandemi dimana penyaluran pembiayaan terkoreksi -2,70% (yoy) menjadi Rp3,08 triliun, begitu pula dengan pembiayaan modal ventura yang turun -1,15% (yoy).

Adapun investasi dana pensiun tumbuh 2,07% (yoy) menjadi Rp223 miliar. Bahkan penyaluran kredit oleh fintech lending tumbuh signifikan 41,99% (yoy) menjadi Rp186 miliar.

Kinerja pasar modal di NTB menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Tercatat jumlah investor saham, reksa dana, surat berharga negara tumbuh masing-masing sebesar 148,43%, 173,77%, 31,21% (yoy).

Adapun nilai kepemilikan saham tumbuh 59,77% (yoy) menjadi Rp425 miliar.

OJK berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Daerah untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah melalui program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), berupa perluasan akses keuangan kepada pelaku usaha ultra mikro dan mikro.

Program unggulan TPAKD Provinsi NTB Mawar Emas (Melawan Rentenir Berbasis Masjid) terus dijalankan dan telah menyentuh hampir seluruh kabupaten/kota di NTB.

Lalu tahun ini Pemerintah Kabupaten Lombok Timur meraih penghargaan TPAKD Award kategori Inovasi Program Pengembangan Akses Keuangan di Sektor Peternakan, melalui program Lombok Timur Berkembang (Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga).

Realisasi program tersebut dinilai sangat baik, mengingat program yang baru berjalan sekitar 1 tahun tersebut telah direalisasikan dalam bentuk kredit pembelian sapi kepada 3.979 orang sebesar Rp59,685 miliar.

OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di tengah pandemi. Sebanyak 63 kegiatan edukasi Keuangan dilaksanakan, baik melalui tatap muka terbatas maupun web-seminar (webinar).

TPAKD Kabupaten Lombok Utara telah dikukuhkan pada bulan Oktober 2021 oleh Bp. Tirta Segara Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, untuk mendukung perluasan akses keuangan masyarakat.

OJK juga meraih rekor dunia MURI Menabung dengan Sampah oleh Siswa Terbanyak melalui program Beriuq to Digital, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan BNI.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan masyarakat, sepanjang tahun 2021 OJK telah memberikan 1.414 layanan pengaduan dan 879 layanan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).

Mulai 1 Januari 2021, layanan pengaduan terintegrasi berbasis elektronik APPK (Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen) bisa diakses konsumen melalui https://kontak157.ojk.go.id, sehingga konsumen dapat mengajukan pengaduan kapanpun, dimanapun, sepanjang dapat mengakses jaringan internet.

Peran Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah NTB juga terus diperkuat melalui pembekalan anggota satgas oleh Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing.

Sepanjang tahun 2021, tercatat 15penawaran investasi bodong dan 6 pinjaman online (pinjol) ilegal dilaporkan di NTB dan patut diwaspadai masyarakat. Saat ini terdapat 101 perusahaan fintech lendingyang telah terdaftar dan berizin di OJK.

Masyarakat dapat mengecek melalui website www.ojk.go.id, atau bertanya melalui kontak telepon OJK 157 dan layanan whatsapp 081-157-157-157.

OJK juga berpartisipasi aktif dalam percepatan pemulihan ekonomi daerah melalui percepatan vaksinasi masyarakat NTB. Selama 2021, OJK bekerjasama melakukan sentra vaksinasi dan menyalurkan vaksin kepada 46.395 orang.

Selain itu, OJK dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB menyalurkan bantuan sosial berupa 2.500 paket sembako senilai Rp200 juta kepada warga terdampak pandemi di seantero NTB. Bersama, kita lewati tantangan pandemi dan menyongsong masa depan Nusa Tenggara Barat yang lebih cerah (*)

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here