BPPW NTB Serah Terima BPM Skala Lingkungan CFW dan DFAT KOTAKU

Foto : Kepala BPPW NTB Ika Sri Rejeki (MetroNTB/Wildan)

Mataram, MetroNTB.com – Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat (BPPW NTB) melalui PPK Pengembangan Kawasan Permukiman melakukan serah terima kegiatan infrastruktur BPM Skala Lingkungan Cash For Work (CFW) dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Program Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) untuk Kota Mataram Tahun Anggaran 2021, bertempat di Aula Kantor Wali Kota Mataram Jumat 31 Desember 2021

Hadir dalam serah terima tersebut, Kepala BPPW NTB Ika Sri Rejeki, PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Frista Vetrina R, Kepala Satker Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah Aprialely Nirmala, Walikota Mataram Mohan Roliskana, Dinas PUPR Kota Mataram, Dinas Perkim Kota Mataram, OSP 5 Provinsi NTB, para Camat dan Lurah Penerima Manfaat serta para OPD terkait.

CFW merupakan kegiatan yang diarahkan untuk pemeliharaan infrastruktur terbangun dan memberikan pendapatan bagi warga terdampak Covid-19.

Kepala BPPW NTB Ika Sri Rejeki menjelaskan kegiatan ini tersebar di 16 kelurahan dengan dana mencapai 300 juta rupiah per kelurahan.

“Pola pengerjaan program ini dengan sistem padat karya yang betujuan untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan warga,” ungkapnya

Foto : Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat (BPPW NTB) melalui PPK Pengembangan Kawasan Permukiman melakukan serah terima kegiatan infrastruktur BPM Skala Lingkungan Cash For Work (CFW) dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Program Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) untuk Kota Mataram Tahun Anggaran 2021, bertempat di Aula Kantor Wali Kota Mataram Jumat 31 Desember 2021 (MetroNTB/Ist)

Ika mengatakan, hasil pengerjaan program CFW sendiri berupa perbaikan jalan lingkungan 8.052 meter, rehab saluran dan normalisasi saluran drainase sepanjang 40.474 meter, pembuatan sumur resapan 11 unit dan pemeliharaan bangunan MCK sebanyak 69 unit dan perbaikan bangunan PAUD 1 unit.

Sementara DFAT, jelas Ika kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi yang tersebar di lima kelurahan di Kota Mataram yang khusus menangani permasalahan sanitasi, air minum, dan persampahan.

“Dari hasil kegiatan tercatat DFAT Infrastruktur jalan 5.959 meter, drainase lingkungan 4855 meter, air bersih 4 unit, saluran pembuangan air limbah 1863 meter, MCK 125 unit, persampahan (komposer) 139,” terangnya

Sementara CFW terdiri dari rehab jalan 8.052 meter, drainase 40.474 meter, rehab MCK 80 unit, sarana pendidikan 1 unit.

“Kegiatan tersebut menyerap tenaga kerja berjumlah 604 orang, dengan rata-rata pendapatan tenaga kerja per orang : Rp 3.934.000,” papar Ika

Program ini berhasil mengurangi luas daerah kumuh di Kota Mataram. Jika merujuk SK Wali Kota Mataram Nomor 1096/VII/2020 tentang penetapan Lokasi Kawasan Permukiman Kumuh Kota Mataram Periode 2020-2024 total wilayah kumuh di Kota Mataram seluas 112,60 Ha.

Kemudian dilakukan verifikasi wilayah seluas 112,31 Ha, dengan pengentasan wilayah kumuh seluas 12,47 Ha. Sehingga saat ini tersisa 99,84 Ha wilayah kumuh di Kota Mataram.

Foto : Walikota Mataram Mohan Roliskana (MetroNTB/Ist)

Walikota Mataram Mohan Roliskana menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Kementrian PUPR yang telah memberikanperhatian kepada Kota Mataram.

“Program yang memberikan warna dan mampu mengurangi wilayah kumuh yang menjadi salah satu target pembangunan,” ucapnya

Kedepan, Mohan meminta kepada seluruh camat dan lurah agar bisa memilihara dengan baik capaian yang telah dilakukan oleh program-program tersebut.

“Dari pemeliharaan ini diharapkan Kota Mataram semakin baik, nyaman dihuni untuk saat dan untuk masa depan,” imbuhnya (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here