BI NTB Sosialisasi QRIS di Kota Bima

Foto : Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB bersama rombongan diterima oleh Walikota Bima H Muhammad Lutfi di Kediamannya, Selasa, 25 Januari 2022 (MetroNTB/Ist)

Kota Bima, MetroNTB.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Heru Saptaji didampingi Manager Sistem Pembayaran Rachmat Ryanto, Analis Ekonomi Annisa Maulia Fahmi, Komunikasi Kebijakan Yuan Fernando Tharu, Konsultan UMKM Edy Suhardiman  dan Konsultan RIRU (Ekspor) Supiandi melakukan kunjungan ke Kota Bima.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB bersama rombongan diterima oleh Walikota Bima H Muhammad Lutfi di Kediamannya, Selasa, 25 Januari 2022.

Heru Saptaji mengatakan kunjungan sekaligus sosialisasi terkait QR Code Indonesian Standard (QRIS), sebagai teknologi digital yang akan hadir di tengah masyarakat Kota Bima.

“Teknologi QR Code sendiri merupakan sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI),” ujar Heru melalui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com, Kamis 27 Januari 2022.

Dijelaskan, dengan adanya QRIS, maka sekarang seluruh transaksi pembayaran yang menggunakan QR Code hanya memerlukan satu QR Code.

“Sebab, kode QR tersebut telah terintegrasi dengan seluruh aplikasi yang menyediakan atau menerima pembayaran dengan QR code,” terangnya

Heru mengatakan sebagai Bank Sentral yang memiliki sistem otoritas dalam pembayaran, tentu memiliki portal yang bisa menerima aplikasi pembayaran apapun menggunakan QR tersebut ke semua jenis aplikasi pembayaran.

“Nanti di ponsel kita tidak perlu memiliki banyak aplikasi, cukup dengan QRIS ini kita bisa bertransaksi ke aplikasi manapun,” katanya

Sementara, Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa untuk di Kota Bima sendiri, transaksi elektronik baru dilakukan di Lawata.

“Hotel dan rumah makan akan segara menyusul, begitu juga dengan parkir yang saat ini masih tunai atau non-elektronik,” katanya

Lutfi juga sangat bersyukur dan mendukung hal ini karena memiliki mutual benefit antara masyarakat dan pemerintah.

“Jadi untuk masyarakat lebih besar, bermanfaat dan berkah, pemerintah daerah juga mendapatkan hal yang sama,” ucapnya (red)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here