TGH Muharrar Iqbal Raih Penghargaan Satyalncana Karya Satya dari Presiden

Foto : Gubernur NTB Zulkieflimansyah melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr Aidy Furqon menyerahkan piagam penghargaan Nomor : 002/UM.DIKBUD/2021 kepada Muharrar, S.Hi., MA Guru SMAN 1 Kuripan Lombok Barat atas prestasinya sebagai penulis buku dan penerima Satyalncana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia (MetroNTB/Ist)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Guru SMAN 1 Kuripan Lombok Barat H Muharrar, S.Hi., MA yang lebih dikenal dengan TGH Muharrar Iqbal meraih piagam penghargaan piagam Satyalncana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr Aidy Furqon menyerahkan piagam penghargaan Nomor : 002/UM.DIKBUD/2021 kepada Muharrar, S.Hi., MA Guru SMAN 1 Kuripan Lombok Barat atas prestasinya sebagai penulis buku dan penerima Satyalncana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.

TGH Muharrar Iqbal dinilai telah bekerja dengan penuh kesetiaan kepada Pancasila Undang-Undang 1945, negara dan pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran dan disiplin.

“Ini prestasi yang kita peroleh dan penghargaan ini merupakan wujud dari pada prestasi yang kita lakukan selama ini melalui peran sebagai guru Pendidikan kewarganegaraan SMAN 1 Kuripan sekaligus sebagai penulis ya, penulis terbaik, guru terbaik,” ungkap Muharrar kepada MetroNTB.com, Senin 27 Desember 2021.

Foto : penghargaan Satyalncana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia (MetroNTB/Man)

Menurutnya, kesibukan menjadi seorang guru, kegiatan tulis menulis dan pengembangan literasi untuk peningkatan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas .

“Kita jadikan nomor satu tanpa kita melupakan peran dan fungsi kita sebagai pengajar, maka penghargaan hari ini adalah penghargaan tidak ada tidak hanya datang dari Gubernur Nusa Tenggara Barat langsung langsung juga dari Presiden RI tentu ini menjadi motivasi untuk saya pribadi dan juga warga SMA Negeri 1 Kuripan sekaligus juga untuk keluarga besar yayasan Insan Kamil ya, keluarga besar alumni Nurul Hakim untuk kita terus berkarya sepanjang selama hayat masih dikandung badan,” TUTUR Muharrar

Ia menegaskan kegiatan menulis tidak boleh berhenti, sebab salah satu pesan wahyu yang pertama disampaikan oleh Allah kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril adalah Iqra’ (membaca, red).

“Kita harus mampu membaca potensi yang kita miliki dalam kapasitas dan fungsi kita apapun. Apapun kapasitas kita maka potensi itu harus diberdayakan, dikembangkan,” cetusnya

Dikatakan, sekarang ini adalah banyak guru yang hanya mengabadikan atau mengabdikan dirinya untuk kegiatan proses belajar-mengajar tetapi sedikit sekali guru yang mengabdikan dirinya untuk disamping belajar mengajar juga untuk pengembangan literasi dan penguatan sumber daya manusia dari sektor menulis

Muharrar mengutip pesan Imam Syafi’i bahwa kalau kamu bukan anak seorang raja, kamu bukan anak seorang Gubernur, seorang ulama maka jadilah penulis.

“Artinya pesan ini memberikan kita sebuah motivasi bahwa menjadi penulis itu tidak hanya memiliki keuntungan secara kognitif atau intelektual tetapi juga bisa memberikan dampak social, bisa memberikan dampak untuk pengembangan,” tuturnya

“Jadi orang kita mengenal orang-orang hebat dahulu justru mereka lahir dari kegiatan menulis,  para ulama, para pujangga para orang-orang yang besar itu lahir dari karyanya. Kita tengok misalnya Buya Hamka, berapa banyak buku yang dihasilkan bahkan karya tulis beliau yang paling monumental seperti tafsir Al Azhar dihabiskan selama 2 tahun lebih di dalam penjara pada masa Soekarno,” sambung Muharrar

Artinya bagi seorang penulis tempat di dalam menjadi sebuah masalah, dia akan mampu menghadirkan karya dimana saja, kapan saja. Bahkan Imam Malik karya monumental kitab Al Mutawatta’ adalah karya monumental dari sekian ratus karangan beliau.

“Imam Syafi’i dengan karya monumentalnya Al Umm dan Arrisalah juga adalah lahir dari kegiatan tulis-menulis, maka guru tidak boleh berhenti pada dunia mengajar, tapi juga harus mampu mengembangkan diri lebih luas di dunia literasi atau tulis menulis,” kata Muharrar menambahkan (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here