Tazkia, Bank NTB Syariah dan IWAPI Berikan Pelatihan Sertifikasi Halal bagi UMKM

Foto : Institut Tazkia Bogor bekerjasama dengan Bank NTB Syariah dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB memberikan literasi keuangan syariah dan pelatihan sertifikasi halal bagi UMKM di Nusa Tenggara Barat (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Institut Tazkia Bogor bekerjasama dengan Bank NTB Syariah dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB memberikan literasi keuangan syariah dan pelatihan sertifikasi halal bagi UMKM di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini dilakukan secara roadshow selama lima hari sejak 20-24 Desember 2021. Kegiatan berlangsung di 5 Kota/Kabupaten yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara.

Hari pertama acara dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram Hj Baiq Herlina Idayani Effendy Eko Saswito, Direktur Dana & Jasa PT Bank NTB Syariah, H Nurul Hadi, Ketua DPD IWAPI Prov. NTB Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi Ketua DPD IWAPI Prov. NTB), Ketua DPC IWAPI Kota Mataram Onny Ekadana, Branch Manager PT, Bank NTB Syariah Cabang Utama Pejanggik, I Nengah Candra Dewi, MACC CFP Dr Murniati Mukhlisin, Rektor Institut Tazkia yang diwakili oleh Dr Indra MSi selaku Direktur Halal Center Tazkia,

Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, kegiatan literisasi keuangan syariah dan pelatihan bagi UMKM serta pendampingan managemen keuangan dan sertifikasi halal umkm di NTB khususnya di Kota Mataram berjalan lancar.

Dukungan PT Bank NTB Syariah dan Institut Tazkia sangat membantu untuk percepatan pembangunan ekonomi daerah.

Kegiatan yang diikuti oleh 100-an UMKM Kota Mataram yang terdiri dari berbagai sektor usaha dam belom memiliki sertifikasi halal, sehingga diharapkan ke depannya supaya UMKM Mataram dapat memahami alur proses pengajuan perizinannya.

Direktur Halal Center Tazkia, Indra, mengatakan, bahwa sertifikasi halal bagi UMKM tidak, lagi bersifat voluntary. Namun, telah menjadi mandatory atau wajib untuk seluruh pengusaha di Indonesia.

“Hal ini bertujuan untuk mendukung visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia,” katanya.

Tim Ahli Halal Center Yusuf Ibrahim menambahkan, sertifikasi halal bukan hanya sekadar untuk Muslim saja. Sertifikasi halal bermanfaat untuk mengembangkan bisnis UMKM, di mana dengan sertifikasi halal UMKM dapat memperluas ekspansi bisnisnya.

“Dan untuk pengembangan bisnis tersebut sertifikasi halal saja tidak cukup, perlu adanya nilai lebih dari produk tersebut,” tuturnya

Maka dari itu, dalam pelatihan tersebut dilakukan pelatihan manajemen keuangan dan pengembangan produk juga.

“Dimana para UMKM diberikan arahan untuk mempersiapkan manajemennya, pencatatan, dan pengepakan produknya,” tandasnya

Konsep tersebut juga diberikan oleh koordinator pusat studi dan PKM dan PKM Tazkia, Muhammad Dimas Anugrah Dwi Satria yang juga merupakan staf ahli kemenparekraf (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here