Resmikan Lima Pabrik Produksi Mini, Industrialisasi Semakin Menggeliat

Foto : Gubernur NTB Zulkieflimansyah didampingi Niken Saptarini Zulkieflimansyah, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti Bupati Lotim, Dirut Bank NTB, Kadis Perindustrian, Kadis Pariwisata, Kadis Perdagangan Provinsi NTB meninjau rumah produksi sekaligus pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Gubernur NTB Zulkieflimansyah didampingi Niken Saptarini Zulkieflimansyah, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti meresmikan lima mini pabrik mini atau Rumah Produksi para UMKM/IKM lokal NTB, Selasa 28 Desember 2021

Roadshow Indutrialisasi dan peresmian kelima rumah produksi merupakan rangkaian kegiatan HUT NTB yang Ke-63 Provinsi NTB sekaligus menjadi wujud nyata serta bukti program industrialisasi sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi NTB semakin menggeliat dan mampu dimanfaatkan oleh masyarakat.

Peresmian kelima pabrik atau rumah produksi tersebut diawali dengan meresmikan Rumah Produksi kosmetik CV. Karya Iwin Insane di Science Tehnology dan Industrial Park (STIPark) Provinsi NTB.

Kedua, Rumah Produksi Organik Lombok Indonesia Pagesangan Mataram. Ketiga, Rumah Produksi Ayam Taliwang Dalam Kemasan Steril di Gomong Mataram.

Keempat Rumah Produksi Sate Rembige Dalam Kemasan Steril Rembige dan terkahir diakhiri peresmian Rumah Produksi Ayam Rarang Dalam Kemasan Steril di Kecamatan Terara, Lombok Timur.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, tidak ada suatu negara dan  daerah yang bisa mencicipi kesejahteraan tanpa melalui proses industrialisasi.

“Tidak yang mampu meningkatkan kemakmurannya tanpa berani melakukan industrialisasi dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian, peternakan dan laut,” katanya

 

“Program industri bukan hanya semata program dari pemerintah. Tapi industrialisasi adalah kebutuhan bersama  menurut teori ekonomi,” tegasnya

Menurut Bang Zul, industrialisasi bukan identik dengan pabrik besar seperti PT Newmont, pabrik Mobil maupun pabrik besar lainnya. Inti dari industrialisasi adalah adanya pendalaman struktur atau keberanian untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi.

“Sebab, karena dengan industrialisasi para nelayan dan petani bisa ditingkatkan kesejahteraanya,” tutur doktor ekonomi industri tersebut.

Untuk itu, Lanjutnya dengan adanya pengalengan kuliner ayam Rarang dan jika ini berhasil menembus pasar-pasar dunia. Tentu ini akan memancing munculnya industrialisasi baru bagi anak-anak muda untuk berinovasi meningkatkan nilai tambah dari kuliner yang sudah ada.

“Sehingga ini akan terus berjalan dan akan meningkat dari waktu ke waktu,” tuturnya

“Kalau ayam Rarang begitu juga bumbunya sukses. Bayangkan sekarang, jika rumah makan Rarang bisa menyembelih 100 hingga 200 ekor ayam per hari. Tapi kalau sudah dikemas dalam kaleng kemudian dikirim pake kontainer tentu ribua hingga ratusan ribu ayam perhari dibutuhkan. maka impact-nya akan menghidupkan para peternak, pabrik pakan dan lapangan kerja makin terbuka luas,” tambah peneliti muda terbaik Indonesia tahun 2003 tersebut.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, M Sukiman Azmy mengatakan, pengalengan ayam Rarang ini yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian NTB diharapkan dapat dikembangkan di tempat-tempat di mana kuliner khas NTB itu ada.

“Ini kebanggaan bagi kami di Lotim. Mudah-mudahan dapat mengembangkan inovasi teknologi kuliner lainnya di NTB,” harapnya.

Dengan demikian, bupati berharap adanya inovasi pengalengan ayam Rarang ini dapat merambah pasar-pasar nasional dan dikenal luas masyarakat Indonesia.

“Kalau selama ini kita mengenal dodol dan lain sebagainya, sekarang kita sudah punya ayam rarang yang dikalengkan,” ungkapnya bangga (red)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here