Rektor : Unham Kembangkan 5 Program MBKM dari 8 Program Ungulan

Lombok Timur, MetroNTB.com –  Universitas Hamzanwadi (Unham) mewisuda 906 wisudawan/wisudawati program sarjana dan magister. Wisuda VI yang berlangsung khidmad dan tetap mematuhi protokol kesehatan, Sabtu 18 Desember 2021.

Rektor Unham Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan, lulusan kali ini adalah para sarjana dan magister dalam suasana keprihatinan karena sebagian proses akademik dilaksanakan pada fase pendemi covid-19.

“Karena itu, pencapaian ini merupakan hasil dari proses penuh tantangan, kerja ekstra keras dan kesabaran. Tidak ada yang patut disampaikan selain bersyukur,” ungkapnya

Pandemi Covid-19 melanda bersamaan dengan diluncurkannya kebijakan Merdeka Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan MBKM diluncurkan sebagai jawaban atas dua konteks strategis penyiapan manpower pembangunan nasional dan daya saing global.

“Melalui MBKM dirancang dengan tetap fokus pada bahan kajian pokok atau core business program studi-jurusan, ditambah kompetensi lain yang diprediksi memiliki sumbangan terhadap kesiapan memasuki agenda pembangunan masyarakat secara nasional dan global,” ulas Wakil Gubernur NTB itu

Ia menyebutkan, pandemi covid-19 sejak dinyatakan sebagai bencana non alam telah banyak mengubah pola pengelolaan dan pengembangan tri dharma perguruan tinggi melalui pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan berbagai fltaform, web seminar dan webinar dengan mitra lokal, nasional, dan internasional.

 

Seluruh pola pengembangan pembelajaran dan penelitian yang dikembangkan sudah dimonitoring dan dievaluasi langsung oleh Tim Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) Belmawa Dikti, pada 13 Desember 2021 lalu

Berdasarkan dokumen internal, SOP, dan konteks langsung, termasuk proses koordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat, hasil monev menunjukkan, Unham telah melaksanakan kegiatan tri dharma sesuai prosedur operasional dan ketentuan.

Seluruh kegiatan diorganisir dan dikoordinasikan dengan pihak terkait dalam menjaga kesehatan dan keselamatan civitas akademika dan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab keagenan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Wabah Covid19 telah mengajarkan banyak hal dalam menjaga kelangsungan dan ketahanan. Walaupun dalam suasana keprihatinan, dengan prinsif dan semangat show must go on,” tegas Ummi Rohmi

Wabah Covid-19 telah mengajarkan cara berpikir dan bertindak cepat-sistematis-koordinatif, dengan berbagai bentuk perubahan dan penyesuaian rencana dan agenda.

“Universitas Hamzanwadi telah mengembangkan lima Program MBKM dari delapan Program Ungulan dari Kemendikbud. Kelima program tersebut diagendakan dalam beberapa program, dengan melibatkan 1690 mahasiswa dan 83 dosen pendamping,” paparnya.

Selain itu, semua program dan agenda MBKM tidak mungkin dilakukan dan diinisiasi sendiri oleh kampus, dalam penentuan learning outcome dan indikator tanpa secara bersama-sama dengan masing-masing mitra kolaboratif.

Konteks ini membuka ruang bagi kampus dan mitra pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bersinergi menjadi penthahelix system pembangunan pada berbagai bidang.

Efek positif kegiatan MBKM yang dikembangkan Unham dalam penthahelix system ini, yakni meningkatnya peringkat agenda kemahasiswaan dalam akun Simkatmawa dari peringkat 758 Nasional (Liga IV) tahun 2020 menjadi peringkat 165 nasional (Liga II) tahun 2021 dari seluruh PTN dan PTS di Indonesia.

“Peringkat itu sesuai rilis Desember 2021. Perbaikan peringkat ini menjadi peluang dan tantangan di masa selanjutnya, mengingat liga yang II yang dimasuki Universitas Hamzanwadi tempat berkompetisinya kampus-kampus besar dan ternama di negeri ini,” kata Ummi Rohmi.

Peringkat Simkatmawa beririsan secara positif dengan data-data lain secara machine to machine dalam sister dan sinta, PDDikti, Simlitabmas, Silemkerma, Penjaminan Mutu Internal, Tracer Study, Kerja Sama, dan Kinerja Dosen.

Seluruhnya akan bermuara peningkatan peringkat klasterisasi PT, yang tahun 2021 ini ditunda rilisnya pada 2022, karena alasan peralihan Pusat Data dan Informasi Pendidikan Tinggi (Pusdatin) dengan terbentuknya Badan Riset Teknologi dan Inovasi Nasional (BRIN).

Data dan informasi perkembangan dan pengembangan Universitas Hamzanwadi yang salah satunya diakselarasi dengan hadirnya MBKM, mampu dan membanggakan untuk bersaing dengan kampus-kampus lain secara lokal, nasional, bahkan global.

Pada saat bersamaan, sejumlah capaian positif melalui akselarasi kebijakan MBKM sejak 2020, masih terdapat beberapa agenda pengembangan yang belum dicapai secara maksimal, dan menjadi PR dalam waktu dekat ini.

Pembukaan prodi baru bidang ilmu pendidikan dokter, manajemen akuntansi, pendidikan luar biasa, administrasi publik (S1) administrasi dan manajemen pendidikan (S2 dan S3) dan beberapa bidang ilmu pada jenjang S2 sedang berproses sebagai bagian implementasi kebijakan MBKM (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here